Liputan6.com, Jakarta - PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk bersama Huawei menghadirkan solusi layanan one stop solution ICT berbasis 5G SD-WAN. Layanan teknologi dan informatika terpadu ini untuk Usaha Menengah dan Kecil (UMK).
Chief Enterprise Product Partnership & Biz Dev, Tony Wijaya mengatakan, XLSmart bersama Huawei meluncurkan EstaConnect 5G sejalan dengan meningkatnya kebutuhan industri terhadap konektivitas cepat, stabil, dan aman.
Advertisement
5G SD-WAN atau 5G Software-Defined Wide Area Network merupakan teknologi jaringan menggabungkan kecerdasan pengelolaan lalu lintas data dari SD-WAN dengan kecepatan, kapasitas besar, dan latensi rendah dari jaringan nirkabel 5G.
"Ini akan menjadi tulang punggung konektivitas berbagai kebutuhan industri modern, mulai dari skala usaha kecil-menengah (UMKM) hingga perusahaan besar," kata Tony dalam peluncuran 5G SD-WAN di Shanghai, Kamis (25/6).
Director & Chief Enterprise & Strategic Relationship Officer XLSmart, Andrijanto Muljono mengatakan, kapasitas 5G besar dan mampu melakukan pemisahan jalur layanan (slicing) membuat kualitas solusi diterima pelanggan UKM makin mumpuni.
Perangkat seperti CCTV hingga mesin kasir di toko ritel hingga restoran dapat dioperasikan dengan optimal lewat 5G SD-WAN, tanpa membutuhkan jaringan internet berbasis kabel yang ongkosnya lebih mahal dan lebih lama.
"Jadi untuk harga lebih murah ini juga. Selain itu, ini juga bisa dipakai di beberapa lokasi yang tidak terjangkau oleh serat optik karena kebijakan pemilik lahan misalnya," kata Adrianto.
Selama dua tahun terakhir, Huawei dan XLSmart telah bekerja membangun infrastruktur 5G di seluruh Indonesia. Sebelum meluncurkan solusi ICT terpadu telah dilakukan riset serta mengunjungi pasar UMKM lokal.
"Kami bisa mendengar dari pelanggan, dan belajar dari titik masalah. Kami telah melakukan riset di berbagai pasar tradisional hingga jaringan ritel, hingga akhirnya menemukan layanan ICT," ungkap Chief Marketing Officer (CMO) ICT Asia-Pacific, Patrick James Chang.
Kemudian diketahui kebutuhan UMKM, mulai dari konektivitas berkecepatan tinggi stabil. CCTV berbasis AI untuk keamanan dan operasional hingga layanan purnajual pembelian satu pintu (one-stop purchase).
Menjawab kebutuhan tersebut, Huawei dan XL Smart menawarkan produk standar 'konektivitas plus'.
Skema ini mengintegrasikan operasional jaringan sebagai titik masuk awal, kemudian diperkuat dengan kemampuan AI guna memangkas biaya operasional, meningkatkan efisiensi, dan menciptakan manajemen usaha lebih cerdas.
Huawei Dukung Operator Telekomunikasi
Huawei menampilkan berbagai inovasi terbaru mengintegrasikan layanan, jaringan, dan komputasi dalam ajang MWC Shanghai 2026. Tujuannya agar operator telekomunikasi dapat meningkatkan monetisasi berbasis lalu lintas data (bytes) maupun token.
Melalui pendekatan tersebut, Huawei mendukung industri telekomunikasi menangkap peluang yang muncul di tengah pesatnya perkembangan model dan agen kecerdasan buatan (AI).
Dengan mengangkat tema "Advancing All Intelligence", Huawei mengajak operator telekomunikasi global, mitra industri, serta tokoh penting untuk membahas berbagai peluang baru.
Mulai dari peningkatan konektivitas dan komputasi, monetisasi layanan berbasis 5G-Advanced (5G-A) dengan kemampuan high uplink, hingga transformasi bisnis didukung AI.
David Wang, Deputy Chairman of the Board, Huawei yang juga Rotating Chairman, Huawei, setiap generasi inovasi teknologi seluler selama empat dekade terakhir menjadi pondasi utama di balik perkembangan industri telekomunikasi.
"Dalam setiap generasi teknologi, kami terus mendorong batas efisiensi spektrum dan performa jaringan," ujarnya di Shanghai, Kamis (25/6).
Wang menyampaikan paparan mengenai transformasi jaringan seluler didorong AI dan peluang pertumbuhan industri pada dekade mendatang.
"Arsitektur jaringan juga semakin sederhana, sementara berbagai layanan dan skenario aplikasi baru terus bermunculan. Seluruh perkembangan tersebut memperluas batas kemampuan komunikasi sekaligus membantu operator mengubah kapabilitas jaringan menjadi nilai bisnis," jelasnya.
Huawei Luncurkan AI-centric Target Network
Dalam ajang tersebut, Huawei juga meluncurkan berbagai inovasi. Di bidang layanan, Huawei bersama tiga operator telekomunikasi terbesar di Tiongkok memperkenalkan inovasi teknologi dan model bisnis untuk monetisasi layanan 5G-A berbasis high uplink dan pengalaman pelanggan, transformasi bisnis berbasis AI, serta monetisasi token.
Di sisi infrastruktur, Huawei meluncurkan AI-centric Target Network, sebuah arsitektur jaringan yang membantu operator meningkatkan daya saing dalam monetisasi berbasis lalu lintas data dan token.
Untuk jaringan komunikasi dasar, Huawei menggeser pendekatan dari jaringan yang berorientasi pada lalu lintas data menuju jaringan yang mendukung interaksi secara real time sehingga mampu memberikan kualitas konektivitas yang terjamin.
Jaringan tersebut memanfaatkan kemampuan high uplink dan high downlink, serta berbagai teknologi yang menjamin kualitas jaringan guna menghadirkan pengalaman konektivitas yang lebih baik bagi pengguna.
Sepanjang 2026, Huawei akan terus bekerja sama dengan operator telekomunikasi di Guangdong, Shanghai, Hebei, dan sejumlah wilayah lainnya untuk mentransformasi layanan B2C dan B2H berbasis AI, serta menghadirkan berbagai layanan baru yang lebih menarik.
Huawei ingin terus memimpin pengembangan teknologi AI-native bagi jaringan otonom. Huawei saat ini mengembangkan teknologi cerdas untuk setiap domain sebagai fondasi menuju jaringan otonom level 4.
Tahun ini, Huawei bersama operator akan menerapkan teknologi cerdas tersebut di berbagai domain, termasuk jaringan radio dan jaringan transmisi, di sejumlah wilayah utama.