Harga Minyak Jatuh ke Level Terendah Sejak Perang AS-Iran

Simak ulasan harga minyak dunia hari ini Sabtu 27 Juni 2026 dan faktor-faktor yang mempengaruhi.

oleh Septian DenyDiterbitkan 27 Juni 2026, 08:30 WIB
Ilustrasi harga minyak dunia (dok: Foto AI)

Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak dunia kembali melemah pada perdagangan Jumat seiring semakin banyak kapal tanker yang berhasil melintasi Selat Hormuz. Kondisi tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan minyak global, meskipun terjadi serangan terhadap sebuah kapal di Teluk Oman.

Dikutip dari CNBC, Jumat (27/6/2026), harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus ditutup turun 4,34% menjadi US$ 71,99 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat untuk pengiriman Agustus merosot 3,74% ke level US$ 69,23 per barel.

Ini pertama kalinya harga minyak WTI berada di bawah US$ 70 per barel sejak 27 Februari, sehari sebelum pecahnya perang Iran.

Penurunan harga terjadi karena pelaku pasar mulai meyakini bahwa risiko gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah berangsur mereda. Investor juga terus mencermati perkembangan diplomatik yang dinilai dapat mengurangi ancaman terhadap rantai pasok energi global.

Meski demikian, ketegangan di kawasan belum sepenuhnya berakhir. Seorang pejabat Amerika Serikat mengonfirmasi kepada MS NOW bahwa Iran berada di balik serangan terhadap sebuah kapal kargo di dekat pantai Oman, tepatnya di kawasan Selat Hormuz.

Berdasarkan laporan The Wall Street Journal, kapal tersebut berbendera Singapura. Sementara itu, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) menyatakan insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun pencemaran lingkungan.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemudian menuduh Iran telah melanggar kesepakatan gencatan senjata melalui serangan pesawat nirawak (drone) di kawasan Selat Hormuz.

Dalam unggahannya di Truth Social, Trump mengatakan kapal yang diserang tetap dapat melanjutkan pelayaran meski mengalami kerusakan. Ia juga mengklaim militer AS berhasil menembak jatuh tiga drone lainnya.

"Kerusakan memang terjadi, tetapi kapal tersebut tetap bisa melanjutkan perjalanan. Kami juga berhasil menjatuhkan tiga drone lainnya. Jelas ini merupakan pelanggaran yang tidak masuk akal terhadap perjanjian gencatan senjata," tulis Trump.

 

Setop Sementara Rencana Evakuasi Kapal

Ilustrasi harga minyak dunia hari ini (Foto By AI)

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional (IMO) Arsenio Dominguez menyatakan pihaknya untuk sementara menghentikan pelaksanaan rencana evakuasi kapal guna memastikan seluruh jaminan keamanan bagi kapal-kapal yang masih berada di kawasan tersebut tetap tersedia.

Sementara itu, hubungan Amerika Serikat dan Iran juga masih diwarnai perbedaan pandangan terkait penggunaan dana Iran yang dibebaskan berdasarkan nota kesepahaman kedua negara.

Ketua Parlemen Iran menolak klaim pemerintahan Trump yang menyebut dana tersebut akan digunakan untuk membeli produk pertanian asal Amerika Serikat. Sebaliknya, pejabat AS menegaskan penggunaan dana itu tetap memerlukan persetujuan Washington.

Wakil Presiden AS JD Vance sebelumnya menyatakan bahwa apabila aset Iran benar-benar dicairkan, dana tersebut akan digunakan untuk membeli produk pertanian Amerika guna memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Iran.

Presiden Nations Indexes, Scott Nations, menilai pasar terlalu optimistis terhadap perkembangan terbaru.

 

Banyak Ketidakpastian

Ilustrasi Harga Minyak Dunia. Foto: AFP

Menurutnya, masih banyak ketidakpastian yang belum terselesaikan, terutama terkait implementasi kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat.

"Saya rasa pasar terlalu optimistis karena belum ada persoalan yang benar-benar selesai. Iran masih memiliki pengaruh besar terhadap ekonomi dunia apabila sewaktu-waktu memutuskan menutup Selat Hormuz," ujarnya.

Di luar konflik geopolitik, pasar juga mencermati dinamika di tubuh OPEC. Organisasi eksportir minyak tersebut berpotensi kembali kehilangan salah satu anggotanya setelah Uni Emirat Arab keluar pada Mei lalu.

Laporan menyebutkan Irak meminta kenaikan kuota produksi kepada OPEC. Pemerintah Irak bahkan dikabarkan membuka kemungkinan keluar dari organisasi tersebut apabila permintaannya tidak dipenuhi. Langkah tersebut berpotensi memengaruhi keseimbangan pasokan minyak global pada masa mendatang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya