Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris mendukung langkah Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan penyesuaian sasaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, kebijakan tersebut dapat membuat program lebih tepat sasaran dengan memprioritaskan kelompok masyarakat yang paling membutuhkan, seperti ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak yang mengalami malnutrisi, wasting, serta berisiko stunting.
Advertisement
Pernyataan itu disampaikan Charles usai mendengarkan paparan BGN dalam rapat kerja terkait pelaksanaan Program MBG. Menurut dia, pemerintah tengah melakukan penataan ulang atau refocusing penerima manfaat agar program berjalan lebih efektif.
"Kalau kita mendengarkan yang disampaikan oleh pimpinan Badan Gizi Nasional, sudah cukup jelas bahwa akan ada refocusing penerima manfaat. Artinya tidak lagi semua anak akan diberikan makan, dan tidak lagi penerima manfaatnya mencapai lebih dari 80 juta orang," ujar Charles di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Dia menjelaskan, sasaran program akan diprioritaskan bagi kelompok yang memiliki kebutuhan gizi paling mendesak. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan tujuan utama MBG untuk memperbaiki status gizi masyarakat sekaligus menurunkan angka stunting.
"Tujuan utama program ini adalah memperbaiki kondisi gizi masyarakat dan menurunkan angka stunting. Karena itu, penerima manfaat harus benar-benar diarahkan kepada kelompok yang paling membutuhkan," katanya.
Charles menambahkan, jumlah penerima manfaat ke depan masih akan disesuaikan berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan yang dilakukan pemerintah.
Oleh karena itu, dia meminta BGN menjelaskan dasar data dan parameter yang digunakan dalam menentukan sasaran penerima manfaat agar implementasi program berjalan tepat sasaran.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar penyesuaian sasaran diikuti dengan penataan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG sehingga layanan tetap berjalan optimal.
"Dari 27.800 dapur SPPG yang beroperasi, ribuan berpotensi tidak terpakai jika lokasi tidak disesuaikan dengan penerima manfaat yang baru pasca-refocusing," ujarnya.
BGN Refocusing MBG
BGN tengah melakukan refocusing penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu yang dipertimbangkan adalah menghentikan pemberian MBG di sekolah-sekolah yang siswanya sudah memiliki akses gizi yang baik.
"Kami akan refocusing penerima manfaat. Rasanya tidak perlu kalau sekolah-sekolah yang tergolong mampu. Di rumah, kebutuhan gizinya kemungkinan juga sudah lebih baik," kata Nanik usai dilantik menjadi Kepala BGN di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026).
BGN akan memfokuskan program MBG kepada anak-anak dan kelompok yang benar-benar membutuhkan intervensi gizi. Pihaknya akan menghitung ulang jumlah penerima manfaat program tersebut.
"Apakah 63 juta penerima manfaat saat ini benar-benar membutuhkan, atau justru bisa dikurangi lalu dialihkan kepada mereka yang belum memperoleh MBG," ujarnya.
Selain itu, Nanik menegaskan BGN akan berfokus pada efisiensi anggaran agar tidak membebani keuangan negara. Namun, ia memastikan langkah tersebut tidak akan mengurangi kualitas gizi yang diterima para penerima manfaat.