Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengaku telah menandatangani peraturan daerah (Perda) tentang Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJOT). Aturan tersebut salah satunya memabas tentang penataan kabel di Jakarta.
“Kabel ini sekarang sedang dalam penataan karena Perdanya juga sudah saya tanda tangani,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat.
Advertisement
Sebelumnya, kata Pramono, pihaknya belum bisa memasukkan kabel-kabel ke dalam tanah karena belum memiliki payung hukum. Namun, dengan adanya Perda tersebut, diharapkan persoalan kabel semrawut di ibu kota dapat tertangani dengan baik.
"Dengan Perda yang sudah saya tanda tangani dan sudah diundangkan, mudah-mudahan penanganan kabel bisa tertangani lebih baik," ujar Pramono.
Terlebih, ada beberapa perusahaan atau entitas swasta yang akan bekerja sama dengan Pemerintah DKI Jakarta untuk penanganan kabel-kabel di ibu kota.
Pramono pun mengakui, persoalan kabel semrawut merupakan salah satu masalah yang cukup kompleks di Jakarta.
“Jadi Jakarta yang begitu kompleks begitu besar memang problem utamanya banyak kabel-kabel yang sudah sebenarnya tidak termanfaatkan tetapi pemiliknya tidak tahu karena saking lamanya,” tuturnya.
Siswa Terlindas Bus Usai Tersangkut Kabel
Sebelumnya, seorang pelajar perempuan tewas setelah terlibat kecelakaan di Jalan Lauser, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (18/6/2026). Korban terjatuh dari sepeda motor yang setangnya tersangkut kabel menjuntai, kemudian terlindas bus sekolah yang melintas.
Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 06.10 WIB. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adiwibowo mengatakan, mulanya sepeda motor Honda PCX yang dikendarai DJ melintas di Jalan Lauser, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
“Setir kanan motor nyangkut di kabel yang menjuntai di tiang listrik,” kata Joko saat dihubungi, Kamis (18/6/2026).
Akibat setang tersangkut kabel, pengendara langsung mengerem mendadak hingga motor kehilangan keseimbangan.
Pengendara terjatuh ke sisi kanan jalan. Sedangkan penumpangnya, seorang pelajar perempuan berinisial KAEP, terpental ke sisi kiri. Di saat bersamaan, sebuah bus sekolah melintas di lokasi.
Korban yang terjatuh ke sisi kiri jalan kemudian terlindas bus.
“Yang meninggal penumpangnya, perempuan,” ujar Joko.