Raja Charles III Tolak Tinggal di Istana Buckingham Pasca Renovasi Rp 8,7 triliun

Meski demikian, Istana Buckingham tetap akan difungsikan sebagai pusat administrasi monarki.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 26 Juni 2026, 12:58 WIB
Raja Charles III dan Ratu Camilla menyapa rakyat dari balkon Istana Buckingham. ((AP Photo/Petr David Josek)

Liputan6.com, London - Raja Charles III dan Ratu Camilla dipastikan tidak akan menetap di Istana Buckingham setelah renovasi senilai 369 juta pound sterling (sekitar Rp 8,7 triliun) rampung tahun depan. Hal itu terungkap dalam laporan keuangan terbaru Kerajaan Inggris.

Ayah dari Pangeran William dan Pangeran Harry itu memutuskan Clarence House, yang letaknya tak jauh dari Istana Buckingham, tetap menjadi kediaman resminya.

Mengutip laporan BBC, pejabat kerajaan mengatakan keputusan tersebut diambil agar masyarakat memiliki akses yang lebih luas ke bangunan bersejarah itu.

Renovasi Istana Buckingham telah berlangsung selama 10 tahun dan dibiayai melalui kenaikan sementara Sovereign Grant, dana yang digunakan untuk membiayai tugas-tugas resmi keluarga kerajaan. Proyek tersebut dijadwalkan selesai pada Maret tahun depan.

Dalam renovasi itu, kabel listrik yang telah usang, pipa berbahan timbal, instalasi listrik, hingga boiler diganti. Sebagian besar fasilitas tersebut belum pernah diperbarui selama 60 tahun. Pekerjaan dilakukan menyusul kekhawatiran terhadap potensi kebakaran dan kerusakan akibat kebocoran air.

Raja Charles dan Ratu Camilla telah tinggal bersama di Clarence House sejak menikah pada 2005. Kediaman itu berada di samping Istana St James dan pernah menjadi tempat tinggal Ibu Suri.

Kini, saat keduanya telah berusia akhir 70-an, mereka disebut tidak ingin direpotkan dengan proses kepindahan beserta seluruh staf ke Istana Buckingham.

Pertimbangan keamanan juga menjadi alasan. Jika raja menetap di Istana Buckingham, jumlah pengunjung serta area yang dapat diakses publik akan lebih terbatas.

Dengan keputusan tersebut, Istana Buckingham juga berpotensi dibuka lebih lama untuk umum sehingga dapat meningkatkan pendapatan. Saat ini, ruang-ruang kenegaraan (State Rooms) dibuka bagi pengunjung setiap musim panas serta pada tanggal-tanggal tertentu sepanjang sisa tahun.

 

Istana Buckingham Tetap Jadi Pusat Monarki

(Dari kiri ke kanan) Ratu Camilla, Raja Charles III, Pangeran William, Pangeran Louis, Pangeran George, Kate Middleton, dan Putri Charlotte berpose di balkon Istana Buckingham setelah menghadiri Trooping the Colour di London pada 14 Juni 2025. (Ben STANSALL/AFP)

Meski tidak tinggal di sana, raja tetap akan menggelar berbagai kegiatan resmi di Istana Buckingham, mulai dari jamuan kenegaraan, pesta kebun, resepsi, hingga pertemuan dengan perdana menteri dan para duta besar yang baru menyerahkan surat kepercayaan.

"Yang Mulia tetap memiliki kecintaan yang besar terhadap Istana Buckingham dan sangat menghargai perannya dalam kehidupan kerajaan maupun publik," kata juru bicara Istana Buckingham. "Istana akan tetap menjadi pusat aktivitas kerajaan yang sangat sibuk dalam berbagai aspek."

Saat raja berada di London, Royal Standard atau bendera kerajaan akan tetap berkibar di Istana Buckingham maupun Clarence House.

Pejabat keuangan kerajaan James Chalmers mengatakan raja dan ratu tetap akan memiliki akses ke sejumlah ruangan pribadi di Istana Buckingham. Ruangan tersebut dapat digunakan untuk beristirahat di sela-sela agenda resmi, sekaligus dapat difungsikan sebagai tempat tinggal apabila diperlukan di masa mendatang. 

"Ini merupakan perubahan dari praktik di masa lalu sekaligus bentuk penyesuaian untuk masa depan. Namun perlu saya tegaskan, dalam segala hal lainnya, Istana Buckingham akan tetap menjadi pusat kegiatan seremonial dan operasional monarki," ujarnya.

Pengumuman ini tercantum dalam laporan keuangan yang juga menunjukkan Raja Charles menjadi penguasa monarki Inggris pertama yang mempublikasikan pembayaran pajaknya.

Laporan tersebut menunjukkan Raja Charles termasuk dalam 100 pembayar pajak terbesar di Inggris pada tahun pajak 2024–2025 dengan nilai pembayaran mencapai 12,9 juta pound sterling. Pada tahun pajak 2023–2024, ia membayar pajak sebesar 11,7 juta pound sterling.

 

 

Tradisi Sejak Ratu Victoria

Sejak era Ratu Victoria, belum pernah ada penguasa monarki Inggris yang memilih tinggal di luar Istana Buckingham.

Ratu Victoria merupakan penguasa pertama yang menjadikan Istana Buckingham sebagai pusat resmi kerajaan. Setelah menikah dengan Pangeran Albert, ia mengubah bangunan yang memiliki 775 ruangan itu agar dapat menampung keluarganya, menjamu tamu, sekaligus menjadi pusat penyelenggaraan berbagai kegiatan resmi.

Istana Buckingham juga memiliki kaitan erat dengan mendiang Ratu Elizabeth II. Di istana itulah ia melahirkan Charles—yang saat itu masih bergelar pangeran—dan Pangeran Andrew, serta memiliki sebuah apartemen pribadi di dalam kompleks istana.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya