IHSG Rawan Koreksi, Cermati Rekomendasi Saham Hari Ini 26 Juni 2026

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak di kisaran 5.784-6.459. Berikut strategi rekomendasi saham pada Jumat, (26/6/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 26 Juni 2026, 06:40 WIB
Layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melemah pada perdagangan saham Jumat, (26/6/2026). IHSG akan menguji area 5.723-5.847. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG naik 1,96% menjadi 5.999 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, penutupan IHSG pun mampu berada di atas moving average (MA) 20 harian.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, posisi IHSG diperkirakan masih berada pada bagian dari wave (b) dari wavee [iv].

“Kami perkirakan, IHSG rawan melanjutkan koreksi untuk menguji rentang area 5.723-5.847, adapun penguatan IHSG dalam jangka pendek. Kami perkirakan IHSG untuk menguji 6.060-6.120,” kata Herditya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 5.784,5.594 dan level resistance 6.286,6.459 pada Jumat pekan ini.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan level resistance 5.735-6.080.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT).

Sedangkan Herditya memilih saham PT MAP Aktifadiperkasa Tbk (MAPA), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT United Tractors Tbk (UNTR), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Rekomendasi Teknikal

Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) - Buy on Weakness

Saham MAPA menguat 5,83% ke 635 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, penguatannya pun mampu berada di atas MA60.

“Kami memperkirakan, posisi MAPA saat ini berada pada bagian dari wave (E) dari wave [B],” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 595-615

Target Price: 670, 750

Stoploss: below 570

 

2.PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) - Buy on Weakness

Saham MEDC menguat 0,47% ke 1.065 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Saat ini, posisi MEDC diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave C,” kata dia.

Buy on Weakness: 980-1.030

Target Price: 1.220, 1.370

Stoploss: below 955

 

 

Rekomendasi Teknikal Lainnya

Layar indeks harga saham gabungan menunjukkan data di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

3.PT United Tractors Tbk (UNTR) - Buy on Weakness

Saham UNTR menguat 2,27% ke 22.500 dan disertai dengan munculnya volume pembelian,tetapi penguatannya masih tertahan oleh MA20. Herditya menuturkan, posisi UNTR saat ini berada pada bagian dari wave B dari wave (4).

Buy on Weakness: 21.350-22.075

Target Price: 23.850, 24.850

Stoploss: below 20.875

 

4.PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) - Buy on Weakness

Saham UNVR menguat 2,97% ke 1.735 dan disertai dengan meningkatnya volume pembelian, penguatannya pun mampu berada di atas MA60. “Kami memperkirakan, posisi UNVR sedang berada pada bagian awal dari wave [c] dari wave B,” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 1.685-1.730

Target Price: 1.875, 2.000

Stoploss: below 1.680

 

 

Penutupan IHSG pada 25 Juni 2026

Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan hari ini Kamis (25/6/2026) di zona hijau. Penguatan indeks sejalan dengan pergerakan mayoritas bursa saham Asia yang mendapat dorongan dari meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta koreksi harga minyak dunia.

IHSG ditutup menguat 115,16 poin atau 1,96 persen ke level 5.999,04. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 turut naik 9,58 poin atau 1,66 persen menjadi 587,75.

Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus atau Nico, mengatakan optimisme investor meningkat setelah muncul perkembangan positif dalam upaya perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Kondisi tersebut mendorong harga minyak mentah kembali turun ke level sebelum konflik meningkat.

"Bursa Asia didominasi penguatan karena sentimen investor didukung oleh kemajuan upaya perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang membantu mendorong harga minyak kembali ke level sebelum konflik," ujar Nico dikutip dari Antara.

Menurut dia, turunnya harga minyak juga membantu meredakan kekhawatiran terhadap inflasi global sehingga mengurangi tekanan bagi bank-bank sentral untuk kembali menaikkan suku bunga acuan.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya