Liputan6.com, Jakarta - Lexus dikabarkan menghentikan pengembangan sedan listrik generasi baru, yang sebelumnya dipersiapkan sebagai versi produksi dari konsep LF-ZC. Mobil ini semula dirancang jadi salah satu model paling ambisius dalam sejarah merek premium Toyota tersebut, sekaligus menampilkan berbagai teknologi elektrifikasi terbaru.
Konsep Lexus LF-ZC pertama kali diperkenalkan pada Japan Mobility Show 2023. Saat itu, mobil tersebut diproyeksikan menjadi sedan listrik masa depan Lexus dengan desain aerodinamis, platform EV generasi baru, serta teknologi manufaktur mutakhir berbasis gigacasting.
Advertisement
Teknologi ini memungkinkan struktur bodi dibuat dalam beberapa komponen besar sehingga proses produksi menjadi lebih efisien.
Menurut laporan terbaru, yang disitat dari Carscoops, Toyota memutuskan untuk membatalkan proyek tersebut seiring melambatnya pertumbuhan pasar kendaraan listrik global.
Perusahaan memilih mengalihkan fokus pengembangan ke model SUV dan segmen lain yang dinilai memiliki potensi permintaan lebih besar dalam beberapa tahun ke depan.
Meski demikian, penghentian proyek LF-ZC tidak berarti Lexus meninggalkan teknologi yang telah dikembangkan. Berbagai inovasi yang sebelumnya dipersiapkan untuk sedan listrik ini tetap akan digunakan pada model masa depan.
Salah satunya adalah teknologi gigacasting, yang memungkinkan penggunaan komponen bodi berukuran besar untuk menyederhanakan proses perakitan kendaraan.
Selain itu, Lexus juga tetap melanjutkan riset baterai generasi berikutnya, termasuk baterai solid-state yang dijanjikan mampu menghadirkan waktu pengisian lebih cepat dan jarak tempuh lebih jauh dibanding baterai lithium-ion konvensional saat ini.
Teknologi tersebut diperkirakan akan diterapkan pada model lain yang dianggap lebih sesuai dengan kondisi pasar.
Rival Mobil Listrik Mewah Jerman
Sebelum dibatalkan, LF-ZC direncanakan menjadi rival langsung sedan listrik premium seperti BMW i3 Neue Klasse dan Mercedes-Benz C-Class listrik.
Mobil ini juga dipersiapkan sebagai etalase kemampuan teknologi Lexus di era elektrifikasi, dengan desain futuristis serta berbagai fitur digital dan keselamatan canggih.
Walau proyek sedan listrik tersebut tidak berlanjut, Lexus menegaskan komitmennya terhadap pengembangan kendaraan listrik murni.
Pabrikan asal Jepang itu disebut akan terus mengevaluasi berbagai proyek EV baru, sambil menyesuaikan strategi dengan perkembangan pasar global yang saat ini bergerak lebih lambat dari perkiraan sebelumnya.