MBTO Bidik Penjualan Rp 501 Miliar di 2026

PT Martina Berto Tbk (MBTO) menargetkan penjualan tumbuh sekitar 24,98% dibandingkan tahun sebelumnya.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 26 Juni 2026, 06:00 WIB
Ilustrasi IHSG. Memasuki tahun 2026, PT Martina Berto Tbk (MBTO) menargetkan penjualan sebesar Rp 501,82 miliar atau tumbuh sekitar 24,98% dibandingkan tahun sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Memasuki tahun 2026, PT Martina Berto Tbk (MBTO) menargetkan penjualan sebesar Rp 501,82 miliar atau tumbuh sekitar 24,98% dibandingkan tahun sebelumnya.

"Nah, untuk 2026 itu adalah kita mau tumbuh kurang lebih angkanya adalah 24,98%. Itu adalah angka net sales di Rp 501,82 miliar. Salah satu angka yang tentunya butuh sangat kerja keras dan cerdas tetapi kami optimis kita bisa mencapai itu," kata Presiden Direktur PT Martina Berto Tbk, Bryan David Emil dalam Public Expose MBTO, dikutip Jumat (26/6/2026).

Perseroan juga menargetkan EBITDA sebesar Rp 61,0 miliar, laba usaha sebesar Rp 48,0 miliar, serta laba setelah pajak sebesar Rp 24,8 miliar sebagai bagian dari rencana pemulihan kinerja yang lebih terukur dan berkelanjutan, maka akan berdampak pada semua rasio keuangan yang akan membaik di akhir tahun 2026.

Ia menyampaikan bahwa tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Perseroan untuk memperkuat kualitas pertumbuhan melalui penguatan kanal penjualan, inovasi produk, efisiensi, dan sinergi ekosistem bisnis.

“Fokus kami pada tahun 2026 adalah mendorong pertumbuhan yang lebih sehat dan terukur melalui penguatan kanal digital dan online, inovasi produk yang relevan dengan kebutuhan konsumen, pengembangan pasar ekspor, serta peningkatan kontribusi unit usaha strategis Perseroan," ujarnya.

Menurutnya, dengan fondasi operasional yang terus diperkuat, MBTO optimistis Perseroan dapat melanjutkan momentum pemulihan kinerja dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.

Kinerja Tahun 2025

Ilustrasi IHSG. Memasuki tahun 2026, PT Martina Berto Tbk (MBTO) menargetkan penjualan sebesar Rp 501,82 miliar atau tumbuh sekitar 24,98% dibandingkan tahun sebelumnya. (YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Lebih lanjut, emiten kosmetik dan produk perawatan tubuh ini, berhasil membukukkan penjualan sebesar Rp 401,5 miliar, laba kotor sebesar Rp 158,9 miliar.

MBTO juga membukukkan laba bersih Rp 27,8 miliar, kemudian laba kotor sebesar Rp 158,9 miliar dan margin laba kotor sebesar 39,58%.

"Menurut audit laporan keuangannya adalah Rp 401,5 miliar dengan penjualan dengan margin laba kotor adalah 39,58%. Kita mengalami laba bersih yang minus Rp 27,8 miliar dengan earning before interest depreciation yaitu Rp 12 miliar," ujarnya.

Disisi lain, Perseroan juga mencatat EBITDA sebesar Rp 12,1 miliar, lebih rendah dibandingkan capaian Rp 35,7 miliar pada tahun sebelumnya.

 

Fokus Transformasi Digital Penjualan di 2026

Untuk mendukung pencapaian target tersebut, MBTO berfokus pada transformasi digital penjualan, inovasi produk natural dan halal, penguatan pasar ekspor, efisiensi rantai pasok, optimasi harga jual, digitalisasi proses kerja, serta peningkatan kontribusi entitas anak.

Perseroan juga terus memperkuat sinergi dalam ekosistem bisnisnya melalui PT Tara Parama Semesta yang mengelola jaringan Martha Tilaar Shop (MTS), serta PT Cedefindo sebagai entitas manufaktur kosmetik yang mendukung kapabilitas produksi dan pengembangan bisnis Perseroan secara konsolidasi.

Sebagai perusahaan kecantikan nasional yang telah berkiprah lebih dari lima dekade, MBTO terus memperkuat inovasi berbasis bahan alam Indonesia, pemanfaatan teknologi digital, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya