Sindiran Bahlil, Mobilnya BMW Tapi Minta Subsidi

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sindir pemilik mobil mewah yang ingin BBM subsidi. Ia tegaskan penyesuaian harga hanya berlaku untuk BBM nonsubsidi.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 25 Juni 2026, 15:00 WIB
Petugas mengisi BBM ke kendaraan konsumen di SPBU Abdul Muis, Jakarta. PT Pertamina (Persero) menaikkan harga Pertamax pada Juni 2026. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan alasan pemerintah melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax di tengah kritik publik terkait kenaikan harga bahan bakar.

Menurut Bahlil, kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga agar subsidi energi tetap dinikmati masyarakat yang berhak menerimanya, bukan pengguna kendaraan yang tergolong mampu secara ekonomi.

Ia menegaskan, sekitar 80% konsumsi BBM nasional masih mendapat subsidi pemerintah. Karena itu, negara memprioritaskan perlindungan terhadap pengguna BBM subsidi, termasuk sektor transportasi umum dan angkutan logistik.

“Yang naik itu adalah BBM yang bagus. RON 92, RON 93, RON 98. Yang itu masih pakai mobil BMW, pakai Mercedes,” kata Bahlil dalam Energy Forum di Hotel Borobudur, Kamis (25/6/2026).

Menurut dia, pengguna BBM dengan oktan tinggi umumnya berasal dari kelompok masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik. Karena itu, pemerintah menilai tidak tepat apabila kelompok tersebut juga menerima subsidi energi dari negara.

Bahlil mencontohkan pengguna kendaraan premium yang mengonsumsi Pertamax dan jenis BBM berkualitas tinggi lainnya tidak seharusnya memperoleh perlakuan yang sama dengan masyarakat yang bergantung pada BBM subsidi.

“Makannya di Hotel Grand Hyatt, mobilnya BMW, minta BBM ini disubsidi. Ya Allah, ini sudah bagaimana bos?” ujarnya.

 

Menjaga Daya Beli

Petugas SPBU Pertamina mengisi BBM jenis Pertamax ke kendaraan. (Dok Pertamina Patra Niaga)

Ia menambahkan, kebijakan mempertahankan harga BBM subsidi menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat dan menahan laju kenaikan harga barang. Sebab, BBM subsidi masih menjadi penopang utama sektor transportasi umum dan distribusi logistik.

Dengan skema tersebut, pemerintah berharap stabilitas harga kebutuhan pokok tetap terjaga meski terjadi gejolak harga energi di pasar global.

“Tujuannya agar biaya transportasi dan distribusi tidak ikut melonjak sehingga harga barang di masyarakat tetap terkendali,” kata Bahlil.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya