Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan pertahanan KNDS mengumumkan rencananya untuk melaksanakan penawaran umum perdana saham (IPO) dengan mencatatkan sahamnya di bursa Paris dan Frankfurt. Pengumuman tersebut disampaikan perusahaan pada Rabu.
Melansir CNBC International, Rabu (24/6/2026), KNDS merupakan salah satu produsen peralatan militer terbesar di Eropa. Perusahaan ini memproduksi berbagai perlengkapan pertahanan, termasuk kendaraan lapis baja dan amunisi yang digunakan oleh Ukraina.
Advertisement
KNDS juga dianggap memiliki peran penting dalam upaya peningkatan kapasitas pertahanan Eropa, yang dalam beberapa tahun terakhir turut mendorong pertumbuhan perusahaan-perusahaan sektor pertahanan seperti Rheinmetall, Saab, dan BAE Systems.
Melalui proses IPO tersebut, para pemegang saham saat ini berencana melepas hingga 20% saham yang telah beredar. Saham tersebut dimiliki oleh GIAT Industries, perusahaan induk yang dimiliki pemerintah Prancis, serta perusahaan investasi swasta asal Jerman, Wegmann & Co.
Saham yang ditawarkan nantinya hanya akan dijual kepada investor institusi dan tidak tersedia bagi investor ritel.
KNDS, yang dikenal sebagai produsen tank tempur Leopard 2 serta berbagai sistem persenjataan lainnya, juga mengungkapkan bahwa pemerintah Jerman telah mencapai kesepakatan dengan Wegmann untuk mengakuisisi 40% saham biasa perusahaan tersebut.
Eropa Hadapi Perubahan Besar
Dalam pengumuman IPO yang disampaikan pada Rabu, Chief Executive Officer (CEO) KNDS, Jean-Paul Alary, mengatakan bahwa Eropa saat ini tengah menghadapi perubahan besar di sektor pertahanan.
"Eropa sedang memasuki era baru pertahanan dan keamanan, di mana militer di berbagai negara bergerak cepat untuk melakukan modernisasi serta membangun kembali kapabilitas pertahanan darat yang sangat penting,” ujarnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan meningkatnya fokus negara-negara Eropa terhadap penguatan sektor pertahanan di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang.