Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mendatangi Terminal Lebak Bulus untuk berdialog dengan para pengurus Perusahaan Otobus (PO). Ini dilakukan guna mencari solusi terbaik jika nanti terminal bus AKAP Lebak Bulus dibongkar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Dalam dialog itu disepakati oleh para pengurus perusahaan bus AKAP bahwa terminal pengganti tidak perlu sebesar terminal bus AKAP Lebak Bulus saat ini.
"Terminal yang pengganti itu, tidak harus jadi seperti sekarang, terminal AKAP-nya. Cukup sebagai terminal transit saja. Jadi tidak besar tidak apa," ujar Ketua DTKJ Azaz Tigor Nainggolan di Jakarta, Rabu (8/1/14).
Tigor menjelaskan bus-bus itu nantinya hanya akan keluar-masuk untuk menaikkan dan menurunkan penumpang saja. "Jadi, nanti seperti terminal di Rawamangun," tambahnya.
Namun, jika para pemilik perusahaan bus-bus AKAP ingin menjalankan usulan tersebut, mereka harus berkomitmen menyewa lahan di sekitar terminal yang nantinya dijadikan tempat bus-bus AKAP mereka parkir.
Atau, kata Tigor, jika ingin cepat, terminal bus AKAP bisa digabungkan dengan Terminal Dalam Kota Lebak Bulus. "Jadi nanti akan dikasih tempat sedikit untuk bus-bus AKAP menaikkan dan menurunkan penumpang," tuturnya.
Dengan sistem kick off ini (keluar-masuk untuk antar dan jemput penumpang) diharapkan dapat menjadi secercah harapan bagi para pemilik perusahaan bus-bus AKAP.
"Jadi orang yang sudah bekerja bisa tetap bekerja dan pelayanan yang sudah terbangun tetap terjaga layanannya," tandas Tigor. (Ali/Ism)
Baca juga:
Terminal Lebak Bulus Direlokasi, Kendaraan Pribadi Bertambah?
Terminal Lebak Bulus Direlokasi, Awak Bus: Muncul Konflik Baru
Omzet Pendapatan Bus di Terminal Lebak Bulus Menurun 75%
Dalam dialog itu disepakati oleh para pengurus perusahaan bus AKAP bahwa terminal pengganti tidak perlu sebesar terminal bus AKAP Lebak Bulus saat ini.
"Terminal yang pengganti itu, tidak harus jadi seperti sekarang, terminal AKAP-nya. Cukup sebagai terminal transit saja. Jadi tidak besar tidak apa," ujar Ketua DTKJ Azaz Tigor Nainggolan di Jakarta, Rabu (8/1/14).
Tigor menjelaskan bus-bus itu nantinya hanya akan keluar-masuk untuk menaikkan dan menurunkan penumpang saja. "Jadi, nanti seperti terminal di Rawamangun," tambahnya.
Namun, jika para pemilik perusahaan bus-bus AKAP ingin menjalankan usulan tersebut, mereka harus berkomitmen menyewa lahan di sekitar terminal yang nantinya dijadikan tempat bus-bus AKAP mereka parkir.
Atau, kata Tigor, jika ingin cepat, terminal bus AKAP bisa digabungkan dengan Terminal Dalam Kota Lebak Bulus. "Jadi nanti akan dikasih tempat sedikit untuk bus-bus AKAP menaikkan dan menurunkan penumpang," tuturnya.
Dengan sistem kick off ini (keluar-masuk untuk antar dan jemput penumpang) diharapkan dapat menjadi secercah harapan bagi para pemilik perusahaan bus-bus AKAP.
"Jadi orang yang sudah bekerja bisa tetap bekerja dan pelayanan yang sudah terbangun tetap terjaga layanannya," tandas Tigor. (Ali/Ism)
Baca juga:
Terminal Lebak Bulus Direlokasi, Kendaraan Pribadi Bertambah?
Terminal Lebak Bulus Direlokasi, Awak Bus: Muncul Konflik Baru
Omzet Pendapatan Bus di Terminal Lebak Bulus Menurun 75%