CGI Prihatin Investasi di Indonesia Menurun

Menurunnya investasi di Indonesia mengundang keprihatinan negara-negara yang tergabung dalam Consultative Group on Indonesia. Investasi perlu ditingkatkan untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan.

oleh Liputan6Diterbitkan 03 Juni 2004, 08:55 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Negara-negara yang tergabung dalam Consultative Group on Indonesia (CGI) menyatakan prihatin dengan menurunnya investasi di Indonesia. Karena itu CGI sepakat memberikan perbaikan pada iklim investasi yang baru mencapai 20 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Komitmen itu terungkap dalam Mid Year Review Meeting CGI di Jakarta, Rabu (2/6).

Menurut CGI, angka investasi yang tinggi sangat diperlukan Indonesia untuk menciptakan kesempatan kerja, mengurangi pengangguran, dan mengurangi kemiskinan. Untuk itu CGI meminta pemerintah Indonesia mereformasi bidang penegakan hukum terutama perlindungan terhadap investor asing di pengadilan.

Sementara itu Bank Dunia memperkirakan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini bisa mencapai antara 4,5 hingga lima persen. Namun, pertumbuhan itu akan sangat dipengaruhi tiga risiko yang membayangi perekonomian Indonesia.

Risiko pertama adalah meningkatnya suku bunga dunia yang bisa mempengaruhi manajemen utang Indonesia. Risiko kedua adalah pelambatan pertumbuhan ekonomi Cina yang bisa mempengaruhi ekspor dan impor Indonesia ke negara tersebut. Sedangkan risiko ketiga adalah melonjaknya harga minyak dunia. Sementara ekonomi makro Indonesia menurut Bank Dunia, dinilai stabil dan telah ditangani secara baik selama tiga setengah tahun terakhir.

Seperti diketahui, pertengahan Desember 2003, negara-negara donor yang tergabung dalam CGI berkomitmen untuk mengucurkan dana sebesar US$ 2,8 miliar kepada Indonesia. Kucuran dana itu lebih kecil ketimbang yang diajukan pemerintah yang sebesar US$ 3,2 miliar. Nantinya, dana tersebut akan digunakan untuk menutup defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja 2004 serta membayar sejumlah utang yang sudah jatuh tempo [baca: CGI Mengucurkan Dana US$ 2,8 Miliar].(YYT/Susanti Jo dan Haryo Dewanto)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya