Senayan Dinilai Berpotensi jadi Ruang Terbuka Hijau Terintegrasi Ikon Baru Jakarta

Kawasan Senayan dinilai bisa dikembangkan jadi ruang terbuka hijau (RTH) terintegrasi untuk memperluas ruang hijau dan meningkatkan kualitas lingkungan Jakarta.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 23 Juni 2024, 16:38 WIB
Kawasan Lapangan A GBK, Senayan, Jakarta. (Liputan6.com/Melinda Indrasari)

Liputan6.com, Jakarta - Guru Besar Ilmu Sosiologi Hukum dan Pengamat Kebijakan Publik Fakultas Hukum Universitas Trisakti Trubus Rahardiansah menilai kawasan Senayan memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi ruang terbuka hijau (RTH) yang terintegrasi dengan rencana transformasi kawasan Gelora Bung Karno (GBK) sebagai ikon baru berstandar dunia.

Menurut Trubus, pengembangan kawasan tersebut dapat mencakup optimalisasi berbagai aset negara, termasuk area lapangan golf Senayan Avenue by Ottolima Senayan Golf Club, agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

"Kalau melihat kebutuhan Jakarta saat ini, ruang terbuka hijau menjadi salah satu kebutuhan penting. Pemanfaatan aset negara untuk mendukung RTH dapat menjadi bagian dari penataan kawasan yang lebih berorientasi pada kepentingan publik," ujar Trubus di Jakarta, melansir Antara, Selasa (23/6/2026).

Dia mengatakan, langkah tersebut juga sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperluas ruang terbuka hijau guna meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.

Menurut Trubus, keberadaan RTH memiliki peran strategis dalam mendukung keseimbangan ekologi, menyediakan ruang publik bagi masyarakat, serta meningkatkan kualitas hidup warga Jakarta.

"Jakarta masih membutuhkan tambahan ruang terbuka hijau. Karena itu, berbagai aset yang memungkinkan untuk dioptimalkan dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari program pengembangan RTH," ucap dia.

 

Perkuat Tata Kelola Aset Negara

Trubus menambahkan, penataan kawasan Senayan dapat menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola aset negara agar pemanfaatannya semakin efektif dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

"Pengelolaan aset negara yang terintegrasi dengan kebutuhan publik akan mendukung pembangunan kawasan perkotaan yang berkelanjutan," jelas Trubus.

Sebelumnya, sejumlah akademisi dan anggota DPR mendorong pemerintah melakukan evaluasi terhadap pemanfaatan sejumlah aset di kawasan Senayan agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Dorongan tersebut sejalan dengan langkah pemerintah yang tengah menata kawasan eks Hotel Sultan di Blok 15 Gelora Bung Karno (GBK) sebagai bagian dari pengembangan kawasan strategis nasional.

Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto menegaskan bahwa setiap aset negara perlu dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

"Aset ini harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat," ujar Bambang.

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya