Penutupan Terminal Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada Selasa 7 Januari 2014 pukul 00.00 WIB dini hari nanti mendapatkan penolakan dari para demonstran. Demonstran yang terdiri dari karyawan operator Terminal Lebak Bulus dan para kernet serta sopir menuntut lahan pengganti.
Para demonstran yang menggelar aksi demonstrasi didalam terminal Bus AKAP Lebak bulus itu meminta agar pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak menutup terminal. Karena, Pemerintah dinilai belum memberikan solusi dimana lahan baru untuk dijadikan Terminal AKAP Lebak Bulus tersebut.
"Yang kita tuntut itu gimana soslusinya kalau terminal ini ditutup. Pemerintah main tutup aja. Nah terminal ini dipindahin kemana kalau gitu," kata Ridwan Halim, karyawan operator Terminal AKAP Lebak Bulus yang menentang penutupan terminal tersebut saat berbincang dengan Liputan6.com di Terminal Lebak Bulus, Jakarta, Senin (6/1/2013).
Ridwan menjelaskan, jika di pangkalan bus AKAP yang biasa mangkal di Terminal Lebak Bulus lalu pindahkan ke Terminal Kali Deres, Pulo Gadung dan Kampung Rambutan, maka menurutnya sama saja mengadu domba dengan memindahkan masalah ke tempat lain.
"Ini namanya adu domba. Udah tahu di terminal-terminal itu penuh, malah disuruh kesana. Kita minta lahan yang kosong sebagai pengganti terminal AKAP Lebak Bulus ini. Jangan lepas tangan saja," terangnya.
Area bekas terminal Lebak bulus akan dijadikan stasiun MRT dan fasilitas parkir. Rencananya, bus-bus antar-kota yang tadinya menuju Lebak Bulus akan dialihkan ke terminal Kampung Rambutan, terminal Pulogadung, dan terminal Kalideres. (Adm/Ism)
Baca juga:
Tolak Penutupan Terminal Lebak Bulus, Sopir-Kernet Demo
Jokowi: Ada Calo dan Ormas yang Berkepentingan di Lebak Bulus
Para demonstran yang menggelar aksi demonstrasi didalam terminal Bus AKAP Lebak bulus itu meminta agar pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak menutup terminal. Karena, Pemerintah dinilai belum memberikan solusi dimana lahan baru untuk dijadikan Terminal AKAP Lebak Bulus tersebut.
"Yang kita tuntut itu gimana soslusinya kalau terminal ini ditutup. Pemerintah main tutup aja. Nah terminal ini dipindahin kemana kalau gitu," kata Ridwan Halim, karyawan operator Terminal AKAP Lebak Bulus yang menentang penutupan terminal tersebut saat berbincang dengan Liputan6.com di Terminal Lebak Bulus, Jakarta, Senin (6/1/2013).
Ridwan menjelaskan, jika di pangkalan bus AKAP yang biasa mangkal di Terminal Lebak Bulus lalu pindahkan ke Terminal Kali Deres, Pulo Gadung dan Kampung Rambutan, maka menurutnya sama saja mengadu domba dengan memindahkan masalah ke tempat lain.
"Ini namanya adu domba. Udah tahu di terminal-terminal itu penuh, malah disuruh kesana. Kita minta lahan yang kosong sebagai pengganti terminal AKAP Lebak Bulus ini. Jangan lepas tangan saja," terangnya.
Area bekas terminal Lebak bulus akan dijadikan stasiun MRT dan fasilitas parkir. Rencananya, bus-bus antar-kota yang tadinya menuju Lebak Bulus akan dialihkan ke terminal Kampung Rambutan, terminal Pulogadung, dan terminal Kalideres. (Adm/Ism)
Baca juga:
Tolak Penutupan Terminal Lebak Bulus, Sopir-Kernet Demo
Jokowi: Ada Calo dan Ormas yang Berkepentingan di Lebak Bulus