IHSG Hari Ini Ditutup Melemah di 6.101

Di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melemah, transaksi harian saham mencapai Rp 32,9 triliun.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 23 Juni 2026, 16:29 WIB
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah pada Selasa, 23 Juni 2026. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham, Selasa, (23/6/2026). Akan tetapi, koreksi IHSG hari ini berkurang jelang penutupan.

Berdasarkan data RTI, IHSG hari ini ditutup melemah 0,25% menjadi 6.101,33. Indeks saham LQ45 merosot 0,13% menjadi 598,42. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Pada sesi kedua, IHSG berada di level tertinggi 6.121,77 dan level terendah 5.993,03. Sebanyak 373 saham melemah sehingga bebani IHSG. 282 saham menguat dan 160 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.790.736 kali dengan volume perdagangan saham 41,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 32,9 triliun. Transaksi harian saham hari ini di atas Rp 20 triliun seiring ada transaksi saham ARCI mencapai Rp 18 triliun di pasar negosiasi.

Di sisi lain, posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 17.862. Mayoritas sektor saham menghijau. Sektor saham kesehatan naik 3,97%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham basic mendaki 0,49%, sektor saham industri melompat 0,46%, sektor saham consumer nonsiklikal mendaki 0,15%. Selain itu, sektor saham consumer siklikal bertambah 0,28%, sektor saham properti menguat 1,54% dan sektor saham infrastruktur melompat 0,27%.

Sementara itu, sektor saham energi melemah 0,61%, sektor saham keuangan terpangkas 0,62%, sektor saham teknologi susut 1,05%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham transportasi terpangkas 0,15%.

Harga saham BUMI menguat 3,09% menjadi Rp 167 per saham. Saham BUMI dibuka stagnan di Rp 162 per saham. Harga saham BUMI berada di level tertinggi Rp 169 dan terendah Rp 157 per saham. Total frekuensi perdagangan 49.551 kali dengan volume perdagangan saham 29.609.912 saham. Nilai transaksi Rp 485,6 miliar.

Gerak Saham

Pengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Harga saham DEWA bertambah 4,6% menjadi Rp 364 per saham. Saham DEWA dibuka stagnan di Rp 348 per saham. Harga saham DEWA berada di level tertinggi Rp 364 dan terendah Rp 342 per saham. Total frekuensi perdagangan 18.971 kali dengan volume perdagangan saham 4.022.248 saham. Nilai transaksi Rp 142,6 miliar.

Harga saham AMMN menguat 0,27% ke posisi Rp 3.770 per saham. Saham AMMN dibuka turun 30 poin menjadi Rp 3.730 per saham. Harga saham AMMN berada di level tertinggi Rp 3.800 dan terendah Rp 3.600 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 19.518 kali dengan volume perdagangan  590.618 saham. Nilai transaksi Rp 219,4 miliar.

Harga saham ADES melonjak 11,56% menjadi Rp 34.500 per saham. Harga saham ADES dibuka naik 25 poin menjadi Rp 30.950 per saham. Saham ADES berada di level tertinggi Rp 35.000 dan terendah Rp 30.950 per saham. Total frekuensi perdagangan 963 kali dengan volume perdagangan saham 2.873 saham. Nilai transaksi Rp 9,6 miliar.

Kata Analis

Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim menuturkan, koreksi tajam saham teknologi global menjadi sentimen negatif.

Ratna menjelaskan, sentimen negatif berasal dari koreksi bursa saham kawasan Asia dan global, akibat tekanan jual pada saham-saham sektor teknologi. Bursa saham kawasan Asia tercatat melemah, bahkan indeks Kospi (Korea Selatan) yang selama ini rally oleh saham teknologi mengalami pelemahan 10 persen.

“Dari dalam negeri, investor menantikan pengumuman klasifikasi pasar (market classification) dari MSCI pada Rabu, 24 Juni 2026 sekitar pukul 03.30 WIB, yang akan menetapkan pasar saham Indonesia tetap di Emerging Market atau turun ke Frontier Market,” ujar Ratna dikutip dari Antara.

Selain itu, investor juga menantikan hasil review dari S&P Global Standards yang dijadwalkan pada akhir Juni 2026. Hasil tinjauan ini akan menetapkan peringkat terhadap utang pemerintah Indonesia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya