Pemerintah Siapkan Bali jadi Pusat Keuangan Internasional Setara Dubai

Pemerintah matangkan regulasi KEK Pusat Keuangan Internasional di Bali, disiapkan dengan insentif khusus agar setara dengan Dubai.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 23 Juni 2026, 12:15 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menggelar konferensi pers di Jakarta. (Dok Kemenko Perekonomian)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah terus mematangkan pembentukan International Financial Center (IFC), atau pusat keuangan internasional di Bali. Nantinya, tempat itu disiapkan sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK) seperti di Dubai, Uni Emirat Arab.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah tengah mematangkan sejumlah insentif yang bakal diberikan kepada kawasan tersebut.

"Kan di dalam beberapa mengenai special economic zone kita memberikan insentif khusus. Tapi kita bikin supaya setara dengan di Dubai," ujar Airlangga saat ditemui di kantornya, Jakarta, dikutip Selasa (23/6/2026).

Pembangunan pusat keuangan internasional ini nantinya akan dimulai dari Bali. Namun, Airlangga tidak menutup kemungkinan jika itu nantinya bisa dikembangkan di beberapa lokasi lain.

"Tahap sekarang di Bali dulu. Titiknya bisa di beberapa tempat. Sama seperti di Dubai kan, beberapa tempat," ungkap dia.

Sebelumnya, Airlangga menegaskan bahwa pemerintah tengah mematangkan regulasi sebagai landasan pembentukan KEK Sektor Keuangan di Bali, yang dirancang untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan pendirian pusat keuangan, mulai dari skema pengelolaan hingga fasilitas yang dapat menarik investor global.

 

KEK Kura Kura Bali

Proyek Marina Internasional KEK Kura-kura Tak Kesampingkan Keselamatan Warga (Dewi Divianta/Liputan6.com)

Beberapa waktu lalu, Menko Airlangga sempat meninjau langsung kesiapan KEK Kura Kura Bali sebagai salah satu kawasan potensial untuk pengembangan Indonesia Financial Center (IFC).

Ke depan, pengembangan KEK Kura Kura Bali akan dilanjutkan melalui penyelesaian sejumlah proyek strategis pada tahun 2026. Hingga kuartal I 2026, KEK Kura Kura Bali mencatat realisasi investasi sebesar Rp1,62 triliun dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 2.146 orang.

Tak hanya KEK Kura Kura, pemeritnah juga mengembangkan ekosistem health tourism di KEK Sanur.

 

KEK Sanur

PT Hotel Indonesia Natour (InJourney Hospitality) yang merupakan anak perusahaan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, terus memperkuat langkah transformasi strategis dalam untuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur atau The Sanur sebagai "International Health & Wellness Destination" atau Pusat Layanan Kesehatan dan Pariwisata

Salah satu fasilitas unggulan KEK Sanur yakni Bali International Hospital (BIH) yang telah beroperasi sejak April 2025 dan menyediakan berbagai layanan spesialis.

Hingga kuartal I 2026, jumlah kunjungan pasien tercatat sebanyak 14.950 orang, terdiri atas 60 persen Warga Negara Asing (WNA) dan 40 persen Warga Negara Indonesia (WNI).

Secara kumulatif, hingga kuartal I 2026, KEK Sanur mencatat realisasi investasi sebesar Rp5,37 triliun, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 5.444 orang, serta kunjungan wisatawan sebanyak 279.804 orang.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya