Liputan6.com, Jakarta - PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) kembali menunjukkan komitmen dalam memberikan nilai bagi para pemegang saham. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 22 Juni 2026, Perseroan menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 60 miliar yang berasal dari laba tahun buku 2025.
Pembagian dividen ini tetap di lakukan di tengah upaya perusahaan yang terus melakukan ekspansi bisnis dan peningkatan kapasitas produksi.
Advertisement
Sepanjang 2025, CLEO menghadapi persaingan yang semakin ketat di industri air minum dalam kemasan (AMDK). Meski demikian, Perseroan tetap melanjutkan berbagai program pengembangan usaha untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Investasi secara berkelanjutan dilakukan untuk memperkuat operasional, meningkatkan kualitas produk dan layanan, serta membangun ekosistem bisnis yang semakin terintegrasi.
"Di tengah berbagai langkah ekspansi yang terus dijalankan, Perseroan tetap berkomitmen memberikan apresiasi kepada pemegang saham melalui pembagian dividen. Kami percaya ekspansi yang dilakukan hari ini akan memperkuat posisi CLEO di industri sekaligus mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan ke depan," ujar CEO CLEO, Melisa Patricia, dikutip Selasa (23/6/2026).
Memperkuat Jaringan Distribusi
Untuk memperkuat daya saing, CLEO terus menjalankan berbagai strategi pengembangan bisnis yang didukung fondasi operasional yang semakin kuat. Hingga Maret 2026, Perseroan telah memiliki 430 jaringan distribusi dan sekitar 11.000 mitra distribusi yang tersebar di seluruh Indonesia.
Jaringan tersebut menjadi salah satu kekuatan utama perusahaan dalam memperluas jangkauan pasar, meningkatkan ketersediaan produk, serta menjangkau konsumen secara lebih efektif.
Selain mengandalkan jaringan distribusi yang luas, CLEO juga terus menghadirkan inovasi guna menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan pasar. Perseroan menilai bahwa keberhasilan mempertahankan posisi di industri tidak hanya bergantung pada kekuatan operasional, tetapi juga kemampuan menghadirkan produk yang relevan dan mudah diakses konsumen.
Di tengah peningkatan biaya operasional akibat ekspansi yang dilakukan, CLEO tetap optimistis terhadap prospek bisnisnya. Optimisme tersebut tercermin pada kinerja kuartal I 2026.
Kinerja Perusahaan
Perseroan mencatatkan penjualan sebesar Rp 774,4 miliar atau tumbuh 15,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, laba bersih meningkat 5,2% secara tahunan menjadi Rp 123,0 miliar.
Pertumbuhan tersebut didukung oleh kinerja operasional yang solid, peningkatan efisiensi, serta kontribusi positif dari seluruh lini usaha. Hasil ini juga menunjukkan bahwa berbagai investasi dan strategi ekspansi yang dijalankan mulai memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan bisnis dan profitabilitas perusahaan.
Sejalan dengan mulai dirasakannya manfaat dari ekspansi dan inovasi yang telah dilakukan, CLEO membidik pertumbuhan kinerja dua digit pada 2026. Perseroan meyakini kapasitas produksi yang semakin optimal, jaringan distribusi yang kuat, serta kemampuan menghadirkan produk sesuai kebutuhan konsumen akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ke depan.
Dengan fondasi bisnis yang semakin kokoh dan peluang pasar yang masih terbuka luas, CLEO optimistis dapat terus memperkuat posisinya di industri AMDK sekaligus menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.