Pemulangan Haji Capai 135 Ribu Orang, Petugas Fokus Dampingi Jemaah Lansia

Pemulangan jemaah haji Indonesia gelombang pertama telah selesai.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 22 Juni 2026, 20:04 WIB
UMKM Yoga Djaya / Liputan6 Nurul Diva

Liputan6.com, Jakarta - Proses pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi terus berjalan. Hingga Minggu (21/6/2026), sebanyak 135.872 orang atau sekitar 66 persen dari total jemaah dan petugas haji Indonesia telah kembali ke Tanah Air.

Di tengah fase pemulangan tersebut, layanan terhadap jemaah lanjut usia (lansia) menjadi perhatian, termasuk di Kloter SUB 112. Petugas kloter menerapkan pengaturan khusus untuk memastikan jemaah lansia tetap aman dan nyaman selama seluruh rangkaian pergerakan haji.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Maria Assegaff mengatakan, hari itu merupakan hari ke-62 operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M sekaligus hari ke-20 fase pemulangan jemaah Indonesia.

“Alhamdulillah, proses pemulangan jemaah dari Arab Saudi menuju Indonesia terus berlangsung dengan baik. Hingga hari ini, sebanyak 347 kloter telah tiba di Tanah Air dengan membawa 134.484 jemaah dan 1.388 petugas,” ujar Maria saat konferensi pers di Makkah, Minggu (21/6).

Maria menjelaskan, pemulangan gelombang pertama melalui Bandara Jeddah telah mencapai 267 kloter dengan jumlah 103.687 jemaah dan 1.066 petugas. Total jemaah dan petugas yang kembali melalui jalur tersebut mencapai 104.753 orang.

Sementara itu, Bandara Madinah telah melayani pemulangan gelombang kedua sebanyak 87 kloter yang membawa 33.297 jemaah dan 349 petugas. Total kepulangan melalui jalur tersebut mencapai 33.646 orang.

Pergerakan jemaah gelombang kedua dari Makkah menuju Madinah juga masih berlangsung. Hingga Minggu, sebanyak 244 kloter telah diberangkatkan dengan membawa 92.861 jemaah dan 976 petugas, atau total 93.837 orang.

Kemenhaj mencatat sebanyak 15.802 jemaah haji khusus telah kembali ke Indonesia. Jumlah tersebut terdiri atas 15.066 jemaah dan 736 petugas.

Maria menyampaikan, pendorongan terakhir jemaah haji Indonesia dari Makkah menuju Madinah dijadwalkan berlangsung pada Senin (22/6/2026) pukul 08.00 waktu Arab Saudi. Setelah seluruh pergerakan selesai, layanan bus shalawat akan dihentikan pada pukul 12.00 waktu Arab Saudi.

Ia juga mengingatkan jemaah yang telah berada di Madinah untuk menjaga kondisi tubuh dengan memilih aktivitas sesuai kemampuan, mencukupi waktu istirahat, menjaga pola makan, memenuhi kebutuhan cairan, serta mengonsumsi obat sesuai arahan tenaga kesehatan.

Perhatian terhadap kondisi fisik jemaah lansia juga menjadi bagian dari pelayanan di lapangan. Di Kelompok Terbang (Kloter) SUB 112, petugas melakukan pengaturan khusus karena terdapat ratusan jemaah lansia yang membutuhkan pendampingan lebih intensif.

 

Prioritaskan Keselamatan Lansia

Ketua Kloter SUB 112 Aniswatun Nadhiroh mengatakan, petugas memprioritaskan keselamatan jemaah lansia dalam setiap pergerakan, termasuk saat pelaksanaan ibadah dan perpindahan antarwilayah.

“Jumlah jemaah lansia di kloter kami mencapai ratusan orang. Karena itu, kami memperhatikan kondisi masing-masing jemaah agar pelaksanaan ibadah tetap aman dan tidak memaksakan kemampuan fisik mereka,” ujar Aniswatun.

Menjelang kepulangan, Kemenhaj kembali mengingatkan jemaah agar memastikan paspor, kartu identitas haji, boarding pass, dan barang bawaan tersimpan dengan baik. Jemaah juga diminta tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun tas kabin karena distribusinya akan dilakukan secara resmi di debarkasi.

“Kami kembali mengingatkan agar jemaah tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun tas kabin. Air zamzam telah disiapkan dan akan dibagikan secara resmi di debarkasi masing-masing,” tegas Maria.

Kemenhaj mengapresiasi kedisiplinan jemaah selama menjalani rangkaian ibadah haji serta kerja petugas, tenaga kesehatan, dan seluruh unsur pendukung yang memastikan layanan berjalan hingga fase pemulangan.

Maria berharap jemaah dapat membawa pulang nilai kemabruran dari Tanah Suci dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami mengajak seluruh jemaah untuk terus menjaga kesehatan serta mempertahankan nilai-nilai kemabruran yang telah ditempa selama berada di Tanah Suci. Kesabaran, kedisiplinan, kepedulian, persaudaraan, dan keikhlasan hendaknya menjadi bekal untuk menghadirkan manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan umat,” pungkas Maria.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya