Andy Burnham, Kandidat Utama PM Inggris Pengganti Keir Starmer

Burnham diperkirakan dapat dengan mudah memenuhi ambang batas untuk maju dalam pemilihan pemimpin Partai Buruh.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 22 Juni 2026, 17:37 WIB
Andy Burnham dari Partai Buruh berbicara kepada para pendukungnya setelah memenangkan pemilihan sela (by-election) Makerfield di Wigan, Inggris, Jumat (19/6/2026). Kemenangan tersebut membuka peluang bagi Burnham untuk menantang Perdana Menteri Keir Starmer dalam perebutan kepemimpinan Partai Buruh. (Dok. AP/Jon Super)

Liputan6.com, London - Andy Burnham berada di posisi terdepan untuk memenangkan pemilihan pemimpin Partai Buruh setelah Keir Starmer mengumumkan pengunduran diri sebagai pemimpin partai dan perdana menteri Inggris.

Keputusan Starmer untuk mengumumkan pengunduran dirinya memulai persaingan di antara anggota parlemen Partai Buruh untuk memilih perdana menteri ketujuh Inggris dalam 10 tahun terakhir. Jika tidak menghadapi penantang, Burnham dapat memasuki Downing Street dalam hitungan pekan. Demikian seperti dikutip dari laporan The Guardian, Senin (22/6/2026).

Starmer mengatakan akan meminta Komite Eksekutif Nasional Partai Buruh menetapkan jadwal pemilihan pemimpin baru dengan pencalonan dibuka pada 9 Juli dan diselesaikan sebelum masa reses musim panas parlemen yang dimulai sepekan kemudian.

Starmer mengatakan dirinya akan tetap menjabat hingga parlemen kembali bersidang pada September. Namun, jika Burnham maju tanpa lawan, ia dapat mengambil alih ketika parlemen memasuki masa reses pada 16 Juli.

Burnham mengucapkan sumpah sebagai anggota parlemen pada Senin sore setelah mengalahkan Reform dalam pemilihan sela Makerfield pekan lalu.

Ia diperkirakan dapat dengan mudah memenuhi ambang batas 81 nominasi yang diperlukan untuk maju dalam pemilihan pemimpin Partai Buruh.

Sekutu Burnham mengatakan mereka meyakini mantan Wali Kota Greater Manchester itu memperoleh dukungan dari lebih dari 200 anggota parlemen.

Wes Streeting, mantan menteri kesehatan yang mengundurkan diri terkait kepemimpinan Starmer, mengatakan dirinya akan maju dalam pemilihan. Namun, belum jelas apakah ia memiliki dukungan yang cukup.

Namun, Streeting disebut dapat mencapai kesepakatan dengan Burnham untuk memperoleh posisi kabinet.

Sebagian anggota parlemen Partai Buruh khawatir Burnham mungkin belum siap untuk peran tersebut dan menginginkan dirinya menghadapi pengawasan melalui kontes kepemimpinan penuh.

Namun, sebagian lainnya khawatir kontes tersebut akan semakin merusak tingkat dukungan publik terhadap Partai Buruh dan menilai transisi harus dilakukan secepat mungkin.

Penerus Starmer akan menghadapi tantangan serius terkait ekonomi Inggris dan situasi internasional yang tidak menentu, serta menghadapi ancaman dari partai yang dipimpin Nigel Farage menjelang pemilihan umum berikutnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya