Patung Jenderal Sudirman Tetap Berdiri Tegak di Dukuh Atas

Pramono Anung resmi membatalkan rencana pemindahan Patung Jenderal Sudirman demi mengakhiri polemik panjang di tengah masyarakat.

oleh Luqman RimadiDiterbitkan 22 Juni 2026, 06:03 WIB
Foto udara memperlihatkan patung pahlawan nasional Jenderal Sudirman di tengah Jalan Sudirman-MH Thamrin. Pemerintah Jakarta membatalkan rencana pemindahan Patung Jenderal Sudirman. (AFP/Bay Ismoyo)

Liputan6.com, Jakarta - Bagi siapa saja yang sering membelah kemacetan jantung Jakarta, patung sosok pria jangkung jubah panjang dengan posisi tangan menghormat di tengah Jalan Jenderal Sudirman tentu bukan pemandangan asing. Monumen Jenderal Besar Sudirman telah lama menjadi salah satu penanda kota paling ikonik.

Namun, beberapa waktu terakhir, keberadaan sang jenderal sempat menjadi buah bibir dan memicu obrolan hangat di ruang publik.

Semua bermula dari ambisi besar Pemerintah Provinsi Jakarta dan Kementerian Perhubungan untuk menyulap kawasan Dukuh Atas menjadi Kawasan Berorientasi Transit atau Transit Oriented Development (TOD). Di titik inilah, empat moda transportasi berbasis rel raksasa—LRT Jabodebek, KRL Commuter Line, MRT Jakarta, dan Kereta Bandara—akan melebur jadi satu ekosistem mobilitas yang modern.

Desain penataan yang megah itu rupanya sempat mengusik posisi berdiri sang jenderal besar. Tepat pada akhir September 2025 lalu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi membocorkan adanya rencana besar untuk menggeser patung tersebut agar integrasi antarstasiun berjalan mulus, terutama bagi para komuter yang kerap berjalan kaki berpindah moda dari Stasiun Sudirman menuju Stasiun BNI City atau MRT Dukuh Atas.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kala itu mengamini rencana tersebut. Ide awalnya adalah memindahkan patung ke arah utara, tepat di garis perbatasan antara Jalan M.H. Thamrin dan Jalan Jenderal Sudirman. Pertimbangannya emosional sekaligus estetis: sang jenderal ingin diberi panggung yang lebih terhormat agar lebih mudah dilihat, dinikmati keindahannya, dan menjadi ikon penataan kota yang futuristik.

"Apalagi kalau sedang macet, patung itu akan nampak lebih baik dan bisa dinikmati oleh warga Jakarta," ujar Pramono saat melempar wacana itu pada Oktober 2025 silam.

Saat itu, ia optimistis pemindahan ini akan menjadi bagian dari wajah baru Jakarta yang sejalan dengan pembangunan pedestrian deck raksasa yang diproyeksikan rampung pada beberapa tahun ke depan.

 

Akhir dari Sebuah Polemik Panjang

Suasana kawasan Patung Jenderal Sudirman, Jakarta. Pemerintah Jakarta membatalkan rencana pemindahan Patung Jenderal Sudirman (Liputan6.com/JohanTallo)

Namun, memindahkan sebuah simbol sejarah di kota sepadat Jakarta ternyata tidak semudah menggeser garis di atas kertas cetak biru. Wacana tersebut menggelinding menjadi bola salju.

Polemik pun pecah di tengah masyarakat. Ada yang menilai pemindahan itu perlu demi modernisasi kota, namun tidak sedikit pula yang merasa posisi patung saat ini sudah memiliki nilai historis dan lanskap emosional yang kuat bagi warga Jakarta.

Mendengar riuh rendah suara warganya, Pramono Anung memilih untuk menarik napas dalam-dalam. Alih-alih memaksakan cetak biru awal, politikus senior ini memilih untuk mengevaluasi kembali keputusan tersebut dengan matang.

Jawaban akhir dari teka-teki itu pun akhirnya terkuak pada Minggu (21/6/2026). Di bawah langit Dukuh Atas, Pramono berdiri dan mengetuk palu keputusan yang melegakan banyak pihak, rencana pemindahan Patung Jenderal Sudirman resmi dibatalkan.

"Yang paling penting, setelah kami merenungkan berhari-hari, Patung Jenderal Sudirman tetap akan berada di tempat ini. Jadi tidak akan kami geser," tegas Pramono di hadapan awak media.

Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan yang kuat. Pramono menegaskan, langkah mempertahankan sang jenderal di posisinya saat ini sengaja diketuk untuk menyudahi silang pendapat dan polemik berkepanjangan di tengah masyarakat.

Kendati posisi patung tak bergeser seinci pun, proyek TOD Dukuh Atas dan pembangunan pedestrian deck yang ditargetkan selesai pada 2028 dipastikan akan tetap berjalan sesuai rencana.

Infografis Gempa Megathrust Bayangi Jakarta (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya