Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Regional Office Yogyakarta mencatatkan capaian positif dalam mendukung sektor usaha mikro, kecil, dan menengah. Sepanjang periode Januari hingga Mei 2026, bank pelat merah ini berhasil menyalurkan Kredit Usaha Rakyat atau KUR dengan nilai fantastis mencapai Rp10,3 triliun. Aliran modal tersebut mengalir secara merata kepada sebanyak 250.299 debitur yang tersebar di berbagai wilayah kerja mereka.
Kusdinar Wiraputra, CEO BRI Regional Office Yogyakarta menyampaikan bahwa langkah nyata ini merupakan komitmen berkelanjutan dari pihak perbankan.
Advertisement
"Penyaluran KUR ini menjadi bagian dari upaya BRI dalam mendorong usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar semakin produktif dan berkembang," ujar Kusdinar dalam acara Media Gathering yang berlangsung di Yogyakarta pada hari Jumat (19/6) kemarin.
Dominasi Sektor Perdagangan dan Keselarasan dengan Astacita Pemerintah
Jika melihat pemetaan geografisnya, penyaluran pembiayaan bersubsidi ini terkonsentrasi paling banyak di Area Solo, kemudian disusul oleh wilayah Banyumas dan Kedu. Sementara itu, jika dibedah berdasarkan jenis usahanya, sektor perdagangan masih mendominasi perolehan modal dengan porsi yang sangat besar yaitu mencapai 65 persen. Sektor pertanian menempati posisi kedua dengan serapan sebesar 21,36 persen, dan sisanya dialokasikan untuk sektor jasa usaha lainnya yang mencakup porsi sebesar 13,64 persen.
Kusdinar menegaskan bahwa arah pembiayaan ini tidak dilakukan secara acak, melainkan menyasar lini-lini yang memberikan dampak domino bagi masyarakat luas.
"Hal ini menunjukkan bahwa pembiayaan yang disalurkan BRI telah diarahkan untuk mendukung aktivitas usaha yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian," kata Kusdinar menambahkan.
Melalui kemudahan akses permodalan serta struktur pembiayaan yang memadai, para pelaku usaha kini memiliki peluang yang jauh lebih besar. Mereka diharapkan mampu mendongkrak kapasitas produksi, menciptakan lapangan pekerjaan baru di lingkungannya, hingga memperkuat fondasi daya saing ekonomi di tingkat daerah.
Lebih lanjut, Kusdinar menjelaskan bahwa program KUR ini berjalan selaras dengan visi besar Astacita yang diusung oleh pemerintah. Langkah strategis ini menjadi bukti nyata kontribusi perbankan dalam memperkukuh struktur ekonomi nasional melalui pemberdayaan pelaku usaha kecil, perluasan kesempatan kerja, dan penciptaan pemerataan pembangunan antarwilayah.
"Ini merupakan bagian dari peran BRI dalam memperkuat ekonomi berbasis UMKM di daerah. Selain memperluas akses pembiayaan, BRI juga mendorong peningkatan kapasitas UMKM melalui berbagai program pemberdayaan," tutur Kusdinar secara mendalam.
Strategi Pemberdayaan Berkelanjutan dan Edukasi Go Digital
Bentuk dukungan yang diberikan oleh BRI Regional Office Yogyakarta dipastikan tidak hanya berhenti pada aspek kucuran dana semata. Pihak bank berkomitmen memberikan pendampingan usaha yang komprehensif serta edukasi finansial secara berkala. Hal ini bertujuan agar para debitur memiliki kemampuan manajerial yang matang dalam mengelola usaha mereka secara berkelanjutan sekaligus bertanggung jawab. Visi ini memosisikan BRI sebagai mitra terpercaya yang andal dalam menggerakkan roda ekonomi kerakyatan, terutama di kawasan yang menyimpan potensi-potensi unggulan daerah.
"With strategi yang terfokus pada sektor produktif, BRI Regional Office Yogyakarta optimis dapat terus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat dan menjawab tantangan pembangunan inklusif di tingkat lokal," ucapnya dengan penuh optimisme.
Menatap masa depan, komitmen untuk terus memacu penyaluran KUR di sektor-sektor produktif akan tetap menjadi prioritas utama agar dampak ekonomi yang dihasilkan bisa dirasakan secara riil oleh masyarakat. Tidak hanya sekadar memberikan modal, pelaku UMKM akan dibekali dengan berbagai pelatihan bisnis terpadu. Selain itu, program edukasi juga akan diarahkan untuk mendorong para pelaku usaha agar lebih melek terhadap ekosistem digital dan mampu memanfaatkan platform penjualan daring secara maksimal.
"Kami juga terus mengedukasi pelaku usaha untuk melek digital dan memanfaatkan platform-platform penjualan daring sehingga bisa mendorong kapasitas usaha dan bisa naik kelas," pungkas Kusdinar mengakhiri penjelasannya.