Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) memacu kinerja dan produktivitas dengan meningkatkan pelayanan dengan kecepatan handling bongkar muat barang.
Peningkatan layanan itu mulai dari bongkar muat barang dari kapal yaitu B/C/H : 24 (24 box per Crane per Jam) dan kecepatan proses receiving delivery sekitar 30 menit.
General Manajer TPKS, Iwan Sabatini mengatakan, akhir tahun 2013 kemarin telah ditutup dengan sandarnya kapal domestik pelayaran SPIL sekaligus menutup capaian produksi handling petikemas (throughput), tercapai 498.600 Teus. Jumlah itu mengalami kenaikan sebesar 9,09% dibandingkan tahun 2012 lalu yang terealisasi 457.055 Teus.
"Menyimak kemajuan TPKS dalam kurun waktu selama 10 tahun yang lalu, bahwa sejak tahun 2003 total arus peti kemas hanya mencapai 323.398 Teus, sehingga apabila dipersentasekan dalam 10 tahun terakhir, telah terjadi kenaikan sebesar 54,18%," ujar Iwan dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com di Jakarta, Rabu (1/1/2014).
Menurut Iwan, kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya usaha ataupun komoditas ekspor maupun impor di Propinsi Jawa Tengah yang terus berkembang.
Iwan menjelaskan, TPKS juga telah mempersiapkan diri dalam menghadapi pertumbuhan troughput petikemas hingga tahun 2017 yang diprediksi akan mencapai 750.000 Teus.
"Untuk itu TPKS telah menyiapkan perpanjangan dermaga menjadi 600 meter dan perluasan CY 5,3 Ha serta penambahan alat bongkar muat berupa 2 unit Container Crane, 11 elektric RTG, 10 head & chasis," jelas Iwan.
Sebelumnya, Kepala Humas PT Pelindo III Edi Priyanto menyatakan, pada tahun 2013, PT Pelindo III telah melakukan pengadaan dan perakitan delapan unit container crane (CC) baru, masing-masing untuk Terminal Petikemas Banjarmasin sebanyak 4 unit, 2 unit untuk Pelabuhan Tanjung Perak dan 2 unit akan ditempatkan di Terminal Petikemas Semarang dengan total kontrak senilai US$ 48,2 juta.
Di dalam data troughput tersebut termasuk untuk handling petikemas domestik mengalami pertumbuhan yang positif yaitu di tahun 2013 mencapai sekitar 9.295 Teus dan ini merupakan angkutan sebagian petikemas dari Jakarta. (Dny/Ahm)
Baca Juga:
Terminal Peti Kemas Semarang Bidik Pertumbuhan 10%
Pelindo III: Realisasi Arus Peti Kemas Naik 5%
Arus Barang Naik di Tanjung Perak, Picu Ukuran Kapal Makin Besar
Peningkatan layanan itu mulai dari bongkar muat barang dari kapal yaitu B/C/H : 24 (24 box per Crane per Jam) dan kecepatan proses receiving delivery sekitar 30 menit.
General Manajer TPKS, Iwan Sabatini mengatakan, akhir tahun 2013 kemarin telah ditutup dengan sandarnya kapal domestik pelayaran SPIL sekaligus menutup capaian produksi handling petikemas (throughput), tercapai 498.600 Teus. Jumlah itu mengalami kenaikan sebesar 9,09% dibandingkan tahun 2012 lalu yang terealisasi 457.055 Teus.
"Menyimak kemajuan TPKS dalam kurun waktu selama 10 tahun yang lalu, bahwa sejak tahun 2003 total arus peti kemas hanya mencapai 323.398 Teus, sehingga apabila dipersentasekan dalam 10 tahun terakhir, telah terjadi kenaikan sebesar 54,18%," ujar Iwan dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com di Jakarta, Rabu (1/1/2014).
Menurut Iwan, kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya usaha ataupun komoditas ekspor maupun impor di Propinsi Jawa Tengah yang terus berkembang.
Iwan menjelaskan, TPKS juga telah mempersiapkan diri dalam menghadapi pertumbuhan troughput petikemas hingga tahun 2017 yang diprediksi akan mencapai 750.000 Teus.
"Untuk itu TPKS telah menyiapkan perpanjangan dermaga menjadi 600 meter dan perluasan CY 5,3 Ha serta penambahan alat bongkar muat berupa 2 unit Container Crane, 11 elektric RTG, 10 head & chasis," jelas Iwan.
Sebelumnya, Kepala Humas PT Pelindo III Edi Priyanto menyatakan, pada tahun 2013, PT Pelindo III telah melakukan pengadaan dan perakitan delapan unit container crane (CC) baru, masing-masing untuk Terminal Petikemas Banjarmasin sebanyak 4 unit, 2 unit untuk Pelabuhan Tanjung Perak dan 2 unit akan ditempatkan di Terminal Petikemas Semarang dengan total kontrak senilai US$ 48,2 juta.
Di dalam data troughput tersebut termasuk untuk handling petikemas domestik mengalami pertumbuhan yang positif yaitu di tahun 2013 mencapai sekitar 9.295 Teus dan ini merupakan angkutan sebagian petikemas dari Jakarta. (Dny/Ahm)
Baca Juga:
Terminal Peti Kemas Semarang Bidik Pertumbuhan 10%
Pelindo III: Realisasi Arus Peti Kemas Naik 5%
Arus Barang Naik di Tanjung Perak, Picu Ukuran Kapal Makin Besar