Liputan6.com, London - Pada 21 Juni 1919, armada laut Jerman sengaja ditenggelamkan di Scapa Flow, Skotlandia, untuk mencegah kapal-kapal tersebut jatuh ke tangan Sekutu setelah berakhirnya Perang Dunia I.
Peristiwa yang menjadi salah satu aksi penenggelaman armada terbesar dalam sejarah itu kembali menjadi sorotan setelah muncul surat yang mengungkap detik-detik dramatis kejadian tersebut.
Advertisement
Dilansir pada Minggu (21/6/2026) dari BBC, surat itu ditulis oleh perwira muda Angkatan Laut Kerajaan Inggris, Edward Hugh Markham David, sehari setelah insiden terjadi.
Saat itu, David yang baru berusia 18 tahun bertugas sebagai letnan muda di kapal perang HMS Revenge, kapal utama Laksamana Sir Sydney Fremantle yang mengawasi armada Jerman yang ditahan di Scapa Flow.
Dalam suratnya, David menceritakan bahwa pada pagi 21 Juni 1919, armada Inggris tengah menjalani latihan ketika Komandan Armada Jerman, Laksamana Ludwig von Reuter, mengirimkan sandi kepada seluruh kapal untuk menenggelamkan armadanya sendiri.
Von Reuter mengambil keputusan tersebut karena meyakini kapal-kapal Jerman akan disita dan dibagi sebagai rampasan perang oleh negara-negara Sekutu setelah berakhirnya Perang Dunia I.
David menggambarkan pemandangan saat HMS Revenge kembali ke Scapa Flow sebagai sesuatu yang "tak terlukiskan". Sebagian besar kapal Jerman telah tenggelam, sementara puing-puing kapal, sekoci penyelamat, dan para pelaut memenuhi permukaan laut.
Salah satu momen yang paling membekas baginya adalah pertemuan antara Laksamana Fremantle dan von Reuter setelah komandan armada Jerman itu menyerahkan diri. Dalam surat tersebut, David menulis bahwa Fremantle menyebut tindakan penenggelaman armada sebagai bentuk "pengkhianatan" dan menyatakan von Reuter kini berstatus tawanan perang.
Setelah itu, David turut terlibat dalam upaya menyelamatkan kapal-kapal Jerman yang masih mengapung. Ia mengaku nyaris terseret tenggelam ketika mendekati kapal penjelajah tempur Hindenburg yang karam tepat di hadapannya.
Tim penyelamat kemudian memusatkan perhatian pada kapal perang Baden, satu-satunya kapal tempur utama Jerman yang berhasil diselamatkan Angkatan Laut Kerajaan Inggris. Di dalam kapal tersebut, David dan rekan-rekannya menemukan seorang letnan muda Jerman yang kemudian dievakuasi ke dek sebelum kapal berhasil ditarik ke tempat yang aman.
Penenggelaman armada di Scapa Flow hingga kini dikenang sebagai salah satu peristiwa paling dramatis dalam sejarah maritim dunia. Aksi tersebut dilakukan oleh awak kapal Jerman sendiri untuk memastikan armada mereka tidak menjadi rampasan perang Sekutu setelah berakhirnya konflik global.