Diduga Menyusup, Pria Tewas di Roda Pesawat

Pria ditemukan tewas di kompartemen roda pendaratan pesawat Air Arabia Maroc.

oleh Erin Rahayu PutriDiterbitkan 19 Juni 2026, 19:31 WIB
Ilustrasi pesawat United Airlines. (dok. Skeeze/Pixabay/Tri Ayu Lutfiani)

Liputan6.com, London - Seorang pria ditemukan tewas di ruang roda pendaratan pesawat Air Arabia Maroc setelah pesawat mendarat di Bandara Gatwick, London, Inggris. Korban diduga menyusup ke kompartemen roda pesawat sebelum penerbangan lepas landas dari Tangier, Maroko, dalam upaya menjadi penumpang gelap.

Dilansir The Sun, Jumat (19/6/2026), jasad korban ditemukan sekitar pukul 11.45 waktu setempat pada Selasa (16/6) di bagian bawah pesawat Airbus A320 yang baru tiba dari Maroko. Penemuan tersebut membuat penerbangan lanjutan maskapai berbiaya rendah itu tertunda, sementara petugas kepolisian dan layanan darurat segera dikerahkan ke lokasi.

Seorang sumber mengatakan kru yang menangani pesawat terkejut saat menemukan jasad pria tersebut.

"Ini merupakan tragedi yang menunjukkan betapa putus asanya seseorang hingga rela mempertaruhkan nyawa dengan bersembunyi di ruang roda pendaratan pesawat," ujar sumber tersebut.

Bersembunyi di ruang roda pesawat merupakan salah satu cara paling berbahaya untuk menjadi penumpang gelap. Selain berisiko terjepit saat roda pendaratan ditarik masuk ke badan pesawat, seseorang juga dapat terjatuh ketika pesawat lepas landas maupun mendarat.

Apabila berhasil bertahan selama penerbangan, penumpang gelap masih menghadapi ancaman hipotermia akibat suhu yang sangat rendah di ketinggian, hipoksia karena minimnya kadar oksigen, serta gangguan pendengaran akibat kebisingan mesin pesawat.

Air Arabia Maroc menyatakan telah melaporkan insiden tersebut kepada pihak berwenang segera setelah pesawat tiba di Bandara Gatwick.

"Kami turut berduka cita atas insiden ini. Kami tetap berkoordinasi erat dengan pihak berwenang terkait sehubungan dengan penyelidikan," demikian pernyataan maskapai.

Kepolisian Sussex mengonfirmasi tengah menyelidiki kasus tersebut. Hasil penyelidikan nantinya akan diserahkan kepada koroner untuk menentukan penyebab pasti kematian korban.

Sementara itu, pihak Bandara Gatwick menyatakan tim layanan darurat langsung merespons insiden tersebut dan memberikan dukungan kepada kepolisian selama proses penyelidikan berlangsung.

Insiden serupa pernah beberapa kali terjadi di Inggris. Pada 2019, seorang penumpang gelap jatuh dari ruang roda pendaratan pesawat Kenya Airways saat pesawat hendak mendarat di Bandara Heathrow. Sebelumnya, pada 2012 dan 2015, dua penumpang gelap lainnya juga ditemukan tewas setelah bersembunyi di ruang roda pesawat yang terbang menuju London.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya