Dibuka Melemah, Simak Prediksi Rupiah Hari Ini 19 Juni 2026

Kurs rupiah dibuka melemah hari ini Jumat 19 Juni 2026.

oleh Septian DenyDiterbitkan 19 Juni 2026, 11:10 WIB
Pegawai menunjukkan mata uang rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (5/1/2023). Nilai tukar rupiah ditutup di level Rp15.616 per dolar AS pada Kamis (5/1) sore ini. Mata uang Garuda melemah 34 poin atau minus 0,22 persen dari perdagangan sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah bergerak melemah pada pembukaan perdagangan hari ini Jumat 19 Juni 2026. Kurs rupiah melemah 51 poin atau 0,29 persen menjadi Rp 17.845 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 17.794 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menilai rupiah melemah terjadi usai meningkatnya prospek kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed) setelah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC).

“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS yang masih kembali menguat oleh meningkatnya prospek kenaikan suku bunga The Fed pasca FOMC,” ujar dia dikutip dari Antara, Jumat (19/6/2026).

Dia menerangkan bahwa prospek tersebut muncul karena inflasi AS saat ini berada di angka 4,2 persen, masih jauh di atas target The Fed sebesar 2 persen.

Mengutip Anadolu, Ketua The Fed Kevin Warsh menyampaikan komitmen untuk mencapai target stabilitas harga 2 persen.

Ketika ditanya apakah The Fed dapat mempertimbangkan kembali target inflasi 2 persen, Warsh menyampaikan bahwa level tersebut tetapi menjadi tujuan jangka panjang bank sentral dan tak boleh ditinjau kembali sebelum The Fed kembali mampu mewujudkannya.

Selain itu, indeks dolar AS disebut mencapai level tertinggi dalam lebih dari setahun terakhir. Kekhawatiran apabila pasokan minyak mentah dunia masih belum akan pulih akibat perang turut mendukung dolar AS, kendati kesepakatan damai tahap pertama antara AS dengan Iran turut mendukung rupiah.

“Kesepakatan damai tahap pertama ini tentunya mendukung rupiah, namun untuk jangka pendek memang fluktuasi seperti ini terjadi, investor masih memberikan perhatian pada prospek suku bunga The Fed,” kata Lukman.

 

Sentimen Domestik

Teller menghitung mata uang Rupiah di Jakarta, Kamis (16/7/2020). Bank Indonesia mencatat nilai tukar Rupiah tetap terkendali sesuai dengan fundamental. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Adapun sentimen domestik, keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk tetap mempertahankan status pasar Indonesia sebagai EM (emerging market) cukup melegakan dan bisa mendukung rupiah.

Begitu pula dengan keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan BI-Rate yang dinilai sangat penting untuk mendukung rupiah dan diperkirakan akan dinaikkan ke depannya sekitar 50 basis points (bps).

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar Rp 17.800-Rp 17.900 per dolar AS.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya