Liputan6.com, Jakarta - Saat berbicara mengenai perawatan kendaraan, perhatian pemilik mobil biasanya tertuju kepada mesin, ban, atau sistem pengereman. Padahal, ada komponen lain yang memiliki peran sangat penting dalam menjaga kenyamanan, sekaligus keselamatan berkendara, yaitu rack steer.
Komponen yang menjadi bagian utama sistem kemudi ini, berfungsi mengubah putaran setir menjadi gerakan roda depan sehingga kendaraan dapat diarahkan sesuai keinginan pengemudi.
Advertisement
Dalam penggunaan sehari-hari, performa rack steer dapat terpengaruh oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi jalan, intensitas penggunaan kendaraan, hingga kebiasaan pengemudi saat berkendara.
Mengingat pentingnya fungsi dari komponen tersebut, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengingatkan untuk selalu memahami kondisi rack steer, sekaligus mengenali tanda-tanda awal kerusakannya agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Asst. to Aftersales Department Head of Service PT SIS Hariadi menjelaskan, rack steer merupakan komponen utama pada sistem kemudi yang meneruskan putaran setir menjadi pergerakan roda depan.
"Saat bekerja optimal, komponen ini membantu pengemudi memperoleh kendali arah secara stabil, presisi, dan responsif dalam berbagai kondisi jalan," ujar Hariadi, dalam keterangan resmi.
Sebaliknya, ketika kondisi rack steer mulai menurun, kualitas pengendalian kendaraan juga bisa ikut terdampak.
Pengemudi mungkin merasakan perubahan respons setir, arah kendaraan yang kurang akurat, hingga muncul rasa limbung atau tidak stabil saat melaju pada kecepatan tertentu maupun ketika melakukan manuver.
Jika dibiarkan, gangguan tersebut tidak hanya mengurangi kenyamanan berkendara, tetapi juga berpotensi memengaruhi faktor keselamatan.
Gejala Awal Rack Steer Bermasalah
Ada beberapa gejala yang bisa menjadi indikasi awal rack steer mulai bermasalah. Di antaranya setir terasa kurang stabil atau tidak kembali ke posisi semula setelah berbelok, arah kendaraan terasa kurang presisi saat berjalan lurus, muncul suara dari bagian bawah mobil ketika melintasi jalan tidak rata, serta respons kemudi yang terasa lebih berat atau tidak konsisten.
Tanda-tanda tersebut sebaiknya tidak diabaikan, karena pemeriksaan sejak dini dapat membantu mencegah kerusakan yang lebih parah.
Suzuki juga menjelaskan bahwa usia pakai bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi kondisi rack steer.
Benturan keras akibat menghantam lubang dengan kecepatan tinggi, sering melintasi jalan rusak, hingga kurangnya perhatian terhadap kondisi kaki-kaki kendaraan dapat mempercepat penurunan performa komponen tersebut.
Dengan begitu, pemeriksaan berkala menjadi langkah penting untuk menjaga sistem kemudi tetap bekerja optimal.
Untuk memastikan kondisi rack steer tetap prima, disarankan pemilik mobil melakukan pemeriksaan rutin di bengkel resmi.
Dalam proses diagnosis, teknisi akan mengecek sejumlah komponen seperti rack steer unit (housing dan internal gear), tie rod end serta inner tie rod, ball joint, dan steering linkage, sistem power steering termasuk kondisi oli dan pressure line, karet boot, atau dust cover rack steer, hingga steering column dan steering rack mounting.