IHSG Tergelincir ke 6.172 Usai Pengumuman BI Rate

Sebanyak 419 saham melemah sehingga menekan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan saham, Kamis, (18/6/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 18 Juni 2026, 16:36 WIB
Pengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih di zona merah meski tekanan berkurang pada perdagangan saham, Kamis, (18/6/2026). Pergerakan IHSG ini di tengah Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 5,75% dan transaksi harian saham di bawah Rp 20 triliun.

Mengutip data RTI, IHSG ditutup turun 0,78% menjadi 6.172,34. Indeks saham LQ45 tergelincir 1,33% menjadi 616,92. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Head of Research  PT Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata menuturkan, dampak kenaikan BI Rate 25 basis poin (bps) menjadi 5,75% ke saham, efeknya lebih campuran. Di satu sisi, stabilisasi rupiah bisa menurunkan risk premium Indonesia dan menjadi sentimen positif bagi asing. Namun, ia menilai, kenaikan bunga menekan valuasi saham, menaikkan cost of fund atau biaya pendanaan, dan berpotensi memperlambat konsumsi serta investasi.

"Jadi, menurut kami ini lebih tepat disebut sebagai obat stabilisasi daripada solusi penuh. BI bisa membeli waktu dan meredam tekanan rupiah, tetapi inflow asing yang berkelanjutan tetap membutuhkan dukungan dari fiskal yang kredibel, belanja pemerintah yang lebih efisien, komunikasi kebijakan yang lebih jelas, serta regulasi yang lebih predictable. Tanpa itu, kenaikan BI Rate hanya akan menjadi painkiller jangka pendek,” ujar dia.

Pada sesi kedua, IHSG berada di level tertinggi 6.197,17 dan terendah 6.073,72. Sebanyak 419 saham melemah sehingga bebani IHSG. 258 saham menguat dan 137 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 1.833.593 dan total volume perdagangan saham 25,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 18 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.839.

Mayoritas sektor saham memerah. Sektor saham infrastruktur turun 1,96%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham keuangan turun 1,32%, sektor saham kesehatan terpangkas 1,07%.

Lalu sektor saham industri melemah 0,16%, sektor saham consumer nonsiklikal terperosok 0,12%, sektor saham properti susut 0,64%. Sementara itu, sektor saham energi naik 0,12%, sektor saham basic melonjak 2,49%, sektor saham consumer siklikal naik 0,47%. Lalu sektor saham teknologi menanjak 0,04% dan sektor saham transportasi bertambah 0,29%.

Top Gainers-Losers

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (BAY ISMOYO/AFP)

Saham-saham LQ45 yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham AMMN naik 7,53%
  • Saham DEWA naik 6,70%
  • Saham BRPT naik 5,64%
  • Saham MDKA naik 4,76%
  • Saham MBMA naik 3,88%

Saham-saham LQ45 yang masuk top losers antara lain:

  • Saham ISAT melemah 6,74%
  • Saham TLKM melemah 6,08%
  • Saham SMGR melemah 5,66%
  • Saham BBRI melemah 3,90%
  • Saham HRTA melemah 3,56%

 

Saham-saham LQ45 teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham BBCA senilai Rp 1,4 triliun
  • Saham BBRI senilai Rp 1,1 triliun
  • Saham BMRI senilai Rp 840,6 miliar
  • Saham TLKM senilai Rp 577,1 miliar
  • Saham BUMI senilai Rp 466,4 miliar

 

Saham-saham LQ45 teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham BBRI tercatat 63.667 kali
  • Saham BBCA tercatat 55.284 kali
  • Saham BUMI tercatat 54.408  kali
  • Saham DEWA tercatat 45.080 kali
  • Saham TLKM tercatat 37.903 kali

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya