Trump Sindir Netanyahu Usai Damai dengan Iran

Trump bahkan kritik pendekatan militer Netanyahu di Timur Tengah.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 18 Juni 2026, 21:30 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di Gedung Putih. (Dok. Pool via AP)

Liputan6.com, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan kritik kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu setelah menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Iran. Trump menilai Netanyahu tidak sepenuhnya berhak mengkritik kesepakatan tersebut.

Dalam konferensi pers di sela-sela KTT G7, Rabu (17/6/2026), Trump kembali mengungkit operasi militer yang menewaskan Komandan Pasukan Quds Iran, Qassem Soleimani, pada 2020. Menurut Trump, Israel awalnya berencana ikut dalam operasi tersebut, namun membatalkannya pada saat-saat terakhir sehingga AS menjalankannya sendiri.

"Mereka (Israel) sangat baik kepada saya, tetapi mereka tidak ingin melakukan serangan itu. Malam sebelumnya semuanya sudah siap, lalu mereka mengatakan tidak ingin melakukannya," kata Trump.

Trump mengatakan keputusan untuk melanjutkan operasi terhadap Soleimani sepenuhnya diambil oleh Amerika Serikat setelah Israel mundur, dikutip dari laman Times of Israel, Kamis (18/6).

Presiden AS itu kemudian menyindir pihak-pihak yang mengkritiknya karena memilih menandatangani kesepakatan damai dengan Iran dibanding melanjutkan operasi militer.

"Kepada semua orang yang merasa paling pintar dan ingin mengajari saya, tanyakan kepada mereka mengapa mereka tidak membunuh Jenderal Soleimani," ujarnya.

Meski tidak menyebut nama secara langsung, pernyataan Trump diyakini mengarah kepada para pemimpin Israel yang menentang kesepakatan damai tersebut.

 

Trump Kritik Netanyahu

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Dok. AFP)

Trump juga kembali mengkritik pendekatan militer Netanyahu di Lebanon. Menurutnya, Israel seharusnya tidak selalu menggunakan kekuatan besar setiap kali menghadapi ancaman dari Hizbullah.

"Bibi Netanyahu adalah orang yang baik, tetapi terkadang dia sedikit terlalu bersemangat," kata Trump.

"Saya mengatakan kepada Bibi, Anda bisa bertindak sedikit lebih lunak. Anda tidak harus merobohkan sebuah gedung setiap kali ada seseorang dari Hizbullah masuk ke dalamnya," lanjutnya.

Meski melontarkan kritik, Trump tetap menyebut Netanyahu sebagai "perdana menteri yang luar biasa" dan menegaskan hubungan AS-Israel tetap merupakan kemitraan yang sangat kuat.

Penolakan Israel terhadap MoU dengan Iran muncul karena beberapa ketentuan dalam dokumen tersebut, termasuk perluasan gencatan senjata AS-Iran hingga mencakup Lebanon. Pemerintah Israel sebelumnya menegaskan tidak merasa terikat dengan pengaturan tersebut.

Selain itu, naskah final MoU juga menegaskan pentingnya menjaga integritas wilayah dan kedaulatan Lebanon, sebuah poin yang menjadi sorotan di tengah operasi militer Israel terhadap Hizbullah di negara tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya