6 Keuntungan Iran di Kesepakatan Damai dengan AS

Analis ini disampaikan oleh media The Guardian terkait keuntungan Iran dari kesepakatan dengan AS.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 18 Juni 2026, 16:03 WIB
Bendera Iran (Atta Kenare / AFP PHOTO)

Liputan6.com, Teheran - Kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran melalui Memorandum of Understanding (MoU) dinilai memberikan sejumlah keuntungan bagi Teheran.

Di mata para pemimpin Iran, kesepakatan tersebut bukan sekadar mengakhiri perang, tetapi juga mengukuhkan posisi Iran setelah konflik dengan AS dan Israel.

Analisis yang dimuat The Guardian menyebut kepemimpinan Iran memandang MoU sebagai cara untuk mengamankan hasil yang diperoleh selama perang, sementara isi kesepakatan juga membuka peluang bagi pemulihan ekonomi negara tersebut.

Berikut enam keuntungan yang dipandang diperoleh Iran dari kesepakatan tersebut.

1. Mengklaim berhasil menggagalkan tujuan perang AS dan Israel

Menurut analisis tersebut, para pemimpin Iran meyakini perang gagal mencapai tujuan utama Washington dan Tel Aviv, seperti menggulingkan pemerintahan Republik Islam, menghancurkan kemampuan rudal Iran, maupun melemahkan pengaruh regional Teheran.

Meski mengalami kerugian besar selama perang, Iran menilai negara dan kemampuan militernya tetap bertahan sehingga memasuki perundingan dari posisi yang lebih kuat.

2. Berpeluang memperoleh pencabutan sanksi ekonomi

Salah satu keuntungan terbesar dalam MoU adalah komitmen AS untuk mencabut sanksi terhadap Iran secara bertahap sebagai bagian dari kesepakatan final.

Langkah tersebut membuka peluang bagi Iran untuk kembali mengakses perdagangan internasional dan memulihkan ekonominya yang terpukul akibat perang dan embargo.

3. Ekspor minyak dapat kembali meningkat

Dalam MoU, Washington juga berjanji memberikan pengecualian terhadap sanksi yang berkaitan dengan ekspor minyak Iran beserta layanan pendukung seperti perbankan, asuransi, dan transportasi.

Kebijakan tersebut dinilai akan meningkatkan pendapatan minyak Iran, yang selama bertahun-tahun menjadi sumber utama penerimaan negara.

Keuntungan Selanjutnya

Beberapa perempuan membawa Bendera Iran di Ibu Kota Teheran. (c) AFP/Begriyz Negr

4. Mendapat akses kembali ke aset yang dibekukan

Kesepakatan juga membuka jalan bagi pencairan dana dan aset Iran yang selama ini dibekukan di luar negeri.

Selain itu, MoU mencantumkan rencana pembentukan dana rekonstruksi senilai sedikitnya USD 300 miliar yang akan melibatkan mitra regional AS untuk mendukung pembangunan ekonomi Iran.

5. Tidak harus langsung memberikan konsesi besar soal nuklir

Menurut analisis The Guardian, pelajaran terbesar yang dipetik Teheran dari pengalaman perjanjian nuklir 2015 adalah tidak memberikan konsesi nyata hanya berdasarkan janji.

Karena itu, Iran ingin manfaat ekonomi seperti pelonggaran sanksi dan akses terhadap aset lebih dahulu direalisasikan sebelum membahas isu yang lebih sensitif, termasuk program nuklir.

6. Posisi tawar Iran dinilai semakin kuat

Kalangan media dan elite keamanan Iran menilai perang telah mengubah persepsi kawasan terhadap kekuatan Iran.

Jika sebelumnya Iran dianggap terlalu menahan diri, kini Teheran dinilai mampu memberikan tekanan militer, ekonomi, dan geopolitik kepada lawannya. Kondisi tersebut diyakini memperkuat posisi Iran dalam setiap perundingan dengan Washington.

Meski demikian, baik AS maupun Iran sama-sama menegaskan bahwa MoU tersebut belum merupakan perjanjian damai final. Kedua negara masih memiliki waktu 60 hari untuk merundingkan berbagai isu yang belum disepakati sebelum kesepakatan permanen dapat diberlakukan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya