Liputan6.com, Jakarta - MacBook Neo, laptop paling terjangkau buatan Apple saat ini menuai respons positif dari kritikus dan konsumen saat diluncurkan pada Maret 2026.
Menariknya, popularitas laptop baru Apple itu ternyata membuat perusahaan pesaing gerah. Salah satunya adalah raksasa teknologi pembuat chipset terbesar di dunia, yakni AMD.
Advertisement
Perusahaan membandingkan MacBook Neo dengan laptop Windows berbasis Ryzen 200 Series. Dalam materi iklan tersebut, AMD menyoroti satu hal selama ini masih menjadi momok di Mac, yakni dukungan game PC secara native.
“Sebanyak 15 dari 20 game PC teratas tidak berjalan secara native di MacBook Neo, sementara sistem AMD memberi akses ke pustaka game besar,” tulis AMD dalam materi itu, sebagaimana dikutip dari TechRadar, Kamis (18/6/2026).
AMD membandingkan MacBook Neo dengan HP OmniBook X Flip, dan sudah dilengkapi dengan prosesor Ryzen 5 220. Chip tersebut merupakan penyegaran dari lini Hawk Point, dengan konfigurasi 2 core Zen 4 dan 4 core Zen 4c, serta total 12 thread.
Laptop itu juga dibekali GPU terintegrasi Radeon 740M. Di atas kertas, kombinasi tersebut memang memberi akses lebih luas ke game PC karena memakai arsitektur x86 dan sistem operasi Windows.
Performa MacBook Neo Masih Mumpuni
Di sisi lain, chipset Apple A18 Pro masih memiliki performa kuat untuk kelas laptop terjangkau. Perusahaan juga memiliki API MetalFX untuk dukungan rendering modern.
Hanya saja, memang masalah utama laptop baru Apple ini ada pada ketersediaan game dan dukungan native dari pengembang. Pengguna masih bisa menjalankan beberapa game Windows lewat Parallels, Crossover, atau Game Hub.
Akan tetapi, solusi tersebut bukan pengalaman native, sehingga argumen AMD tetap memiliki dasar kuat.
Terlepas dari sindiran AMD, MacBook Neo tetap menjadi laptop menarik di kelas harga entry-level Apple. Perangkat ini kuat untuk produktivitas harian, memiliki efisiensi daya khas Apple Silicon, dan menjadi pintu masuk lebih terjangkau ke ekosistem Mac.
Bagi pengguna yang menjadikan game PC sebagai prioritas, laptop Windows berbasis AMD atau Intel memang pilihan lebih tepat. Namun, bagi pengguna mengejar baterai awet, desain ringkas, dan pengalaman macOS, MacBook Neo masih punya daya tarik kuat.
Bos Erajaya: MacBook Neo Sasar Gen Z dan First Buyer Apple
MacBook Neo sudah mulai dijual secara resma di pasar Indonesia. Kehadiran laptop baru Apple ini membuat banyak pihak terkejut saat diumumkan, karena diposisikan sebagai laptop paling terjangkau di lini MacBook saat ini.
Selama ini, lini MacBook yang ada di pasaran memang dikenal dengan harga tinggi atau premium. Karena itu, kehadiran MacBook Neo membuka peluang baru bagi Apple untuk menjangkau pasar yang selama ini belum mudah disentuh.
Hal tersebut diungkap oleh Joy Wahjudi, CEO Erajaya Digital saat penjualan perdana MacBook Neo di salah satu mall di Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Salah satu alasan laptop baru Apple ini diserbu pembeli adalah faktor harga MacBook Neo, di mana perangkat tersebut kerap dianggap mahal bagi sebagian konsumen.
“Kalau saya lihat sih, sebenarnya ini supaya Apple menjangkau pasar selama ini tertinggal. Dengan price point MacBook sekarang ini kan agak mahal, jadi dia mungkin otomatis enggak bisa menargetkan konsumen yang lebih muda atau yang baru mulai kerja,” ujar Joy.
Ia menyebut, laptop ini bisa menjadi solusi bagi konsumen ingin memakai MacBook, tetapi sebelumnya terkendala daya beli. Segmen ini mencakup pengguna muda, pekerja baru, hingga first buyer yang belum pernah memiliki pengalaman memakai laptop Apple.
“Dengan ini sebenarnya dia [Apple] sudah ada solusi untuk konsumen-konsumen yang mungkin selama ini dari segi uangnya agak terbatas,” kata Joy.
Harga MacBook Neo
MacBook Neo hadir dengan harga mulai Rp 10,4 jutaan, posisi ini membuat perangkat milik perusahaan berbasis di Cupertino tersebut lebih mudah dilirik oleh konsumen ingin masuk ke ekosistem Apple tanpa langsung membeli MacBook Air atau MacBook Pro dengan harga lebih tinggi.
Menurut Joy, timing kehadiran MacBook Neo juga cukup tepat. Di tengah kondisi harga berbagai produk elektronik yang naik, laptop Apple dengan price point lebih rendah bisa menarik perhatian pasar yang lebih luas.
“Mungkin timing-nya pas juga ya. Pas lagi ramai-ramai kita naik semua ternyata ada opsi laptop dengan harga terjangkau. Jadi kita lihat animonya juga cukup baik,” ucapnya.
Gen Z dan pengguna baru punya potensi besar untuk beli MacBook Neo. Joy mengatakan, pengguna lama Apple akan tetap memilih model lebih tinggi, sementara laptop baru ini relevan untuk pengguna baru.
“Itu Gen Z lah. Kita expect yang new buyers, yang sebelumnya belum pernah experience dengan MacBook, menjadi first buyer. Kalau yang Apple beli, beli yang lebih bagus dari Neo,” ujar Joy.
Spesifikasi MacBook Neo
Apple kembali menggebrak pasar laptop dengan peluncuran MacBook Neo, perangkat yang menawarkan pengalaman premium dengan harga terjangkau. Laptop ini ditenagai oleh chip A18 Pro menjanjikan performa yang tangguh untuk berbagai aktivitas sehari-hari.
Dengan desain yang elegan dan pilihan warna yang menarik, MacBook Neo ditujukan untuk pengguna yang memerlukan perangkat produktif untuk belajar, bekerja, dan hiburan.
John Ternus, Senior Vice President Hardware Engineering Apple, menyatakan, "Kami sangat gembira memperkenalkan MacBook Neo, yang menghadirkan keajaiban Mac dengan harga yang sangat terjangkau." Dengan harga mulai dari USD 599, MacBook Neo menjadi pilihan menarik bagi banyak kalangan.
MacBook Neo hadir dengan desain aluminium yang ringan dan kokoh, serta berbagai fitur canggih yang mendukung produktivitas. Mari kita lihat lebih dalam mengenai spesifikasi dan fitur unggulan dari laptop ini.