Liputan6.com, Jakarta - Daftar tahunan Fortune Southeast Asia 500 edisi 2025 menunjukkan perubahan lanskap bisnis di Asia Tenggara. Di satu sisi, perusahaan-perusahaan komoditas dan energi yang selama ini mendominasi kawasan mulai mengalami perlambatan pertumbuhan. Namun di sisi lain, sejumlah perusahaan dari Vietnam, Singapura, hingga Thailand justru mencatatkan akselerasi kinerja yang signifikan.
Secara keseluruhan, 500 perusahaan terbesar di Asia Tenggara membukukan total pendapatan sebesar US$ 1,88 triliun dan laba gabungan mencapai US$ 150 miliar.
Advertisement
Dikutip dari laman Fortune, Rabu (17/6/2026), meski persaingan semakin ketat, Indonesia masih mampu menempatkan dua perusahaan pelat merah di jajaran 10 besar perusahaan terbesar Asia Tenggara, yakni Pertamina dan Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Pertamina berhasil menempati posisi ketiga dalam daftar tersebut dengan pendapatan mencapai US$ 70,89 miliar, sementara PLN berada di peringkat keenam dengan pendapatan sebesar US$ 35,41 miliar.
Keberhasilan kedua BUMN tersebut menunjukkan bahwa perusahaan Indonesia masih memiliki daya saing kuat di tengah dominasi perusahaan energi, perdagangan komoditas, perbankan, dan teknologi dari berbagai negara Asia Tenggara.
Sementara itu, perusahaan-perusahaan Vietnam menjadi sorotan utama tahun ini setelah mencatat pertumbuhan pendapatan 10,5 persen menjadi US$ 177,9 miliar. Bahkan sekitar seperempat dari total kenaikan pendapatan seluruh perusahaan dalam daftar berasal dari Vietnam.
Daftar 10 Perusahaan Terbesar di Fortune Southeast Asia 500 Tahun 2025
| Peringkat | Perusahaan | Pendapatan |
|---|---|---|
| 1 | Trafigura Group | US$ 240,27 miliar |
| 2 | PTT | US$ 81,04 miliar |
| 3 | Pertamina | US$ 70,89 miliar |
| 4 | Wilmar International | US$ 70,42 miliar |
| 5 | Olam Group | US$ 51,49 miliar |
| 6 | Perusahaan Listrik Negara (PLN) | US$ 35,41 miliar |
| 7 | CP ALL | US$ 31,12 miliar |
| 8 | DBS Group Holdings | US$ 28,26 miliar |
| 9 | Flex | US$ 27,91 miliar |
| 10 | Top Frontier Investment | US$ 25,89 miliar |
Pertamina dan PLN Jadi Wakil Indonesia di Top 10
Dari daftar tersebut, Pertamina menjadi perusahaan Indonesia dengan posisi tertinggi. Perusahaan energi nasional itu membukukan laba sebesar US$ 3,35 miliar, naik 7,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara PLN mencatat pendapatan sebesar US$ 35,41 miliar dengan total aset mencapai US$ 110,22 miliar, menjadikannya salah satu perusahaan dengan aset terbesar dalam daftar Fortune Southeast Asia 500.
Keberadaan Pertamina dan PLN di jajaran 10 besar menunjukkan peran strategis BUMN Indonesia dalam perekonomian regional. Kedua perusahaan menjadi tulang punggung sektor energi nasional sekaligus tetap mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan raksasa dari Singapura, Thailand, dan negara Asia Tenggara lainnya.
Di luar Indonesia, sejumlah perusahaan yang mencatat pertumbuhan menonjol tahun ini antara lain DBS Group Holdings, Sea, Thai Airways, dan True Corporation. Kinerja mereka menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara kini semakin ditopang sektor keuangan, teknologi, telekomunikasi, dan jasa, selain sektor energi dan komoditas yang selama ini mendominasi kawasan.