Liputan6.com, Jakarta - Karina Ranau, istri dari almarhum Epy Kusnandar, menceritakan kronologi terkait dugaan kekerasan yang dialaminya. Kala itu, Karina mengaku tengah menjalani aktivitas seperti biasa di warung miliknya.
Suasana tenang di warung seketika berubah saat seorang pria datang sekitar pukul 11.45 WIB dan memaksa segera dilayani, sementara operasional belum dimulai. Karina mengungkapkan bagaimana pria itu menunjukkan sikap tidak sabar meskipun sudah diminta menunggu dengan sopan.
Advertisement
"Kita masih siap-siap, memang sebentar lagi mungkin sekitar 15 atau 20 menit lagi warung buka gitu. Dia datang, langsung buka ini, ini kan tadinya tertutup terpalnya. Langsung buka, 'Satu dong... nila berapa? Sama jukut.' 'Bapak sebentar ya Pak, bukanya sebentar lagi. Bapak tunggu dulu di tenda ya Pak, nanti ditemani orderannya,' gitu. 'Nggak, ini aja mau sekarang ini pesennya.' Pokoknya dari awal sudah tidak enaklah dari awal," ungkap Karina Ranau di Kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (16/6/2026).
Sebagai pemilik warung, Karina harus memastikan seluruh kesiapan dapur dan area makan sebelum menerima pesanan. Ia menjelaskan tanggung jawabnya dalam mengontrol situasi warung agar pelanggan merasa nyaman saat berkunjung.
"Akhirnya kita tetap beraktivitas karena saya di sini pemimpin, jadi harus mengontrol bagaimana di dapur, di sini, apa lagi persiapannya, sudah dinyatakan siap atau belum warung ini untuk buka. Dan di sini permasalahannya adalah dengan parkiran. Warung saya kan kecil, parkirannya cuma di depan aja. Tidak boleh di sini. Di sini kan tempat orang yang punya usaha juga ya, jangan sampai mengganggu gitu," tuturnya.
Berawal dari Parkir
Ketegangan bermula ketika pria tersebut memarkirkan kendaraan di area yang dilarang karena dapat mengganggu tempat usaha orang lain di sekitar lokasi. Karina menceritakan upayanya untuk menjaga hubungan baik dengan tetangga sekitar warungnya.
"Si Bapak ini awal dia datang, parkirnya sudah di sini. Emang tadinya nggak apa-apa, mungkin nanti akan dipindah. Pada dibuka, terpal ini dibuka, kita artinya mau buka, patokannya standee almarhum suami saya sudah ada di depan. Itu kami sudah masuk bon satu, artinya sudah menerima orderan," tutur Karina.