Liputan6.com, Jakarta - Mayoritas bursa saham global menguat pada Selasa, (16/6/2026). Di tengah kenaikan bursa saham global, indeks Nikkei 225 di Jepang sempat menembus 70.000 untuk pertama kali. Namun, kenaikan indeks Nikkei terpangkas setelah Bank Sentral Jepang menaikkan suku bunga acuan menjadi 1%. Kenaikan suku bunga di Jepang itu merupakan level tertinggi dalam tiga dekade.
Mengutip AP, indeks Nikkei menanjak 0,1% dan ditutup di 69.404,50. Indeks Kospi di Korea Selatan mencetak rekor baru. Indeks Kospi naik 2,1% menjadi 8.726,60.
Advertisement
Di Hong Kong, Hang Seng melemah 1,4% menjadi 24.493,95. Indeks Shanghai turun 0,1% menjadi 4.091,89. Indeks ASX 200 di Australia sedikit berubah. Indeks ASX 200 naik tipis 0,1% menjadi 8.917,70. Indeks Taiex Taiwan melonjak 0,9%, dan indeks Sensex di India menguat 0,7%.
Indeks CAC 40 di Prancis melonjak 0,7% pada awal sesi perdagangan menjadi 8.446,06. Indeks DAX Jerman bertambah 0,8% menjadi 25.102,01. Indeks FTSE Inggris menguat 0,6% menjadi 10.492.
Pada Senin, pasar saham di seluruh dunia menguat dan harga minyak turun setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan sementara untuk memulai kembali aliran minyak mentah global. S&P 500 naik 1,7% dan Dow naik 0,9% ke rekor tertinggi. Indeks Nasdaq melonjak 3,1%.
Minyak mentah Brent turun 4,8% karena ekspektasi, kesepakatan AS-Iran mungkin akan membuka kembali Selat Hormuz, tempat sebagian besar pasokan minyak Asia berasal. Namun, beberapa analis mendesak kehati-hatian.
Analis mencatat, banyak masalah masih belum pasti. Negosiasi dengan Iran diperkirakan berlanjut selama 60 hari ke depan. Bahkan setelah Hormuz dibuka kembali pada Jumat seperti yang diharapkan, kemungkinan akan membutuhkan waktu berbulan-bulan bagi industri energi untuk kembali beroperasi penuh.
Harga Minyak
Harga minyak telah menurun baru-baru ini karena harapan akan perpanjangan gencatan senjata. Harga minyak turun dari level US$ 100 beberapa minggu yang lalu. Sebelum perang, harga minyak diperdagangkan sekitar US$ 70 per barel.
Pada Selasa pagi, harga minyak mentah acuan AS turun US$ 2,03 menjadi US$ 78,72 per barel. Minyak mentah Brent, standar internasional, turun US$ 1,82 menjadi US$ 81,35 per barel.
Dalam perdagangan mata uang, dolar AS sedikit turun menjadi 160,32 yen Jepang dari 160,33 yen. Nilai tukar euro menjadi US$ 1,1604, naik dari US$ 1,1594.