Liputan6.com, Jakarta - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026). Gempa yang berpusat di wilayah Kota Palu itu dirasakan luas hingga sejumlah kabupaten. Gempa memicu dampak lanjutan berupa longsor di wilayah perbukitan hingga kerusakan berbagai infrastruktur.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah, getaran gempa juga dirasakan 8 kabupaten lain di Sulawesi Tengah.
Advertisement
Selain getaran yang luas, BPBD melaporkan adanya longsor di kawasan Gunung Kamarora, Kabupaten Sigi. Diduga dipicu guncangan gempa dangkal tersebut. Longsor itu juga berdampak pada gangguan akses di sejumlah titik wilayah pegunungan.
Di Kabupaten Sigi, selain longsor di Gunung Kamarora, juga dilaporkan adanya beberapa bangunan roboh serta terputusnya saluran air. Sementara di wilayah lain seperti Parigi Moutong dan Poso, sejumlah bangunan mengalami kerusakan dan akses jalan di kawasan Napu dilaporkan terganggu.
"Dari hasil pemantauan sementara di lapangan, terdapat dampak signifikan berupa longsor di kawasan Gunung Kamarora, Kabupaten Sigi, serta sejumlah kerusakan infrastruktur di beberapa wilayah terdampak lainnya. Namun hingga saat ini situasi masih dalam penanganan awal dan pendataan," kata Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Asbudianto, dalam laporannya, Selasa (16/6/2026).
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD di seluruh kabupaten terdampak telah diturunkan untuk melakukan asesmen dan pendataan lanjutan.
"Fokus utama saat ini adalah memastikan kondisi masyarakat, infrastruktur, serta potensi dampak susulan di wilayah rawan," lanjutnya.
Data BPBD: 42 Kali Gempa Susulan
Data BPBD mencatat gempa juga memicu aktivitas gempa susulan yang cukup signifikan. Hingga pukul 13.38 WITA, tercatat 42 kali gempa susulan dengan variasi magnitudo, mulai dari magnitudo 2 hingga 5.
"Gempa susulan masih terus terjadi, sehingga kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menjauhi bangunan yang berpotensi membahayakan, terutama di wilayah perbukitan dan daerah rawan longsor," ujar Asbudianto.
Hingga saat ini, belum terdapat laporan korban jiwa maupun korban luka. Selain itu jumlah pengungsi masih dalam pendataan oleh pemerintah daerah setempat.
Kondisi di sebagian wilayah terdampak dilaporkan masih relatif kondusif, namun BPBD menegaskan bahwa potensi bahaya susulan, terutama longsor susulan di kawasan perbukitan seperti Gunung Kamarora, masih harus diwaspadai.
"Prioritas kami saat ini adalah keselamatan warga dan percepatan asesmen di lapangan. Semua unsur sudah bergerak," tutupnya.