Liputan6.com, Jakarta - Harga emas buatan UBS, Antam dan Galeri24 kompak menguat di Pegadaian pada Selasa, (16/6/2026), pukul 07.29 WIB. Kisaran kenaikan harga logam mulia itu di Rp 19.000-Rp 28.000.
Mengutip Antara, harga emas buatan UBS naik Rp 28.000 menjadi Rp 2.737.000 dari sebelumnya Rp 2.709.000 per gram. Kenaikan juga diikuti harga emas antam. harga emas antam menguat Rp 19.000 menjadi Rp 2.839.000 dari perdagangan kemarin Rp 2.820.000. Selain itu, harga emas Galeri24 naik Rp 22.000 dari Rp 2.696.000 menjadi Rp 2.718.000 per gram.
Advertisement
Adapun harga itu sewaktu-waktu dapat berubah. Pada Galeri24, emas dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Lalu emas UBS dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 500 gram. Sedangkan, Antam di Pegadaian hanya tersedia hingga 100 gram.
Berikut daftar lengkap harga emas Pegadaian dari masing-masing produk dikutip dari Antara:
Galeri24
- 0,5 gram: Rp 1.425.000
- 1 gram: Rp 2.718.000
- 2 gram: Rp 5.369.000
- 5 gram: Rp 13.325.000
- 10 gram: Rp 26.580.000
- 25 gram: Rp 66.090.000
- 50 gram: Rp 133.077.000
- 100 gram: Rp 264.023.000
- 250 gram: Rp 658.437.000
- 500 gram: Rp 1.316.872.000
- 1.000 gram: Rp 2.633.743.000
Antam
- 0,5 gram: Rp 1.472.000
- 1 gram: Rp 2.839.000
- 2 gram: Rp 5.614.000
- 3 gram: Rp 8.395.000
- 5 gram: Rp 13.957.000
- 10 gram: Rp 27.857.000
- 25 gram: Rp 69.511.000
- 50 gram: Rp 138.939.000
- 100 gram: Rp 277.797.000
UBS
- 0,5 gram: Rp 1.480.000
- 1 gram: Rp 2.737.000
- 2 gram: Rp 5.432.000
- 5 gram: Rp 13.422.000
- 10 gram: Rp 26.702.000
- 25 gram: Rp 66.623.000
- 50 gram: Rp 132.973.000
- 100 gram: Rp 265.841.000
- 250 gram: Rp 664.407.000
- 500 gram: Rp 1.327.254.000
Harga Emas Dunia
Sebelumnya, harga emas dunia menguat selama tiga sesi berturut-turut pada Senin, 15 Juni 2026 (Selasa waktu Jakarta) . Bahkan, harga emas ke level tertinggi lebih dari seminggu setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran menyepakati syarat untuk mengakhiri perang. Hal ini menjadi sebuah langkah yang meredakan harapan kenaikan suku bunga.
Mengutip CNBC, Selasa, (16/6/2026), harga emas spot naik 2,6% menjadi US$ 4.327,82 per ons, setelah mencapai level tertinggi sejak 5 Juni pada awal sesi perdagangan. Kontrak berjangka emas AS ditutup menguat 2,7% ke US$ 4.351,6.
Indeks dolar AS turun 0,2%, membuat logam mulia yang dihargai dalam dolar AS lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lain.
Pejabat AS menuturkan, sebuah nota kesepahaman untuk mengakhiri perang telah ditandatangani oleh Presiden AS Donald Trump, Wakil Presiden ASJD Vance, dan ketua parlemen Iran. Laporan sebelumnya dari kedua belah pihak menunjukkan bahwa kesepakatan itu akan ditandatangani secara resmi dalam sebuah upacara di Jenewa pada Jumat.
“Pasar emas bergerak melewati konflik dan mengabaikannya. Berita kesepakatan damai menurunkan imbal hasil obligasi pemerintah, dolar, dan minyak, dan itu adalah risiko inflasi dan risiko lintas aset terbesar,” ujar Chief Market Blue Line Futures, Phillip Streible.
Sentimen Harga Emas
Emas telah menghadapi tekanan sejak konflik Iran dimulai karena harga energi yang tinggi dan kekhawatiran inflasi meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga. Hal itu cenderung membebani aset yang tidak menghasilkan imbal hasil.
Setelah kesepakatan kerangka kerja, pelaku pasar menurunkan kemungkinan kenaikan suku bunga AS pada Desember menjadi 58% dari hampir 70% minggu lalu, menurut alat CME FedWatch.
Perhatian kini beralih ke pertemuan kebijakan Federal Reserve pada 16-17 Juni, pertemuan pertama Ketua Kevin Warsh. Hal ini seiring pasar mencari petunjuk tentang prospek suku bunga.
"Pergerakan harga emas selanjutnya sepenuhnya bergantung pada Warsh, nada bicaranya, dan apa yang akan dia katakan tentang jalur suku bunga,” ujar Streible.
Sementara itu, Singapura akan membangun sistem kliring emas di luar bursa dan memperkenalkan layanan penyimpanan emas bank sentral.