Wall Street Melambung, Harapan Damai AS-Iran jadi Pemicu

Tiga indeks saham acuan di wall street naik setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran sepakat damai serta lonjakan harga saham SpaceX.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 16 Juni 2026, 07:25 WIB
Pedagang bekerja di New York Stock Exchange, New York, (AP Photo/Seth Wenig, file)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat pada awal pekan seiring kenaikan harga saham SpaceX. Selain itu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan untuk mengakhiri perang antara AS dan Iran.

Mengutip CNBC, Selasa, (16/6/2026), indeks Dow Jones bertambah 468,77 poin atau 0,92% ke posisi rekor 51.671,03. Indeks Dow Jones juga mencapai rekor tertinggi intraday baru selama sesi tersebut. Indeks S&P 500 mendaki 1,65% menjadi 7.554,29. Indeks Nasdaq melambung 3,07% menjadi 26.683,94. Indeks Nasdaq mencatat hari terbaik sejak 31 Maret.

Di sisi lain, saham SpaceX melonjak hampir 20% setelah naik 19% saat debut di pasar pada Jumat, 12 Juni 2026.

"Tampaknya jauh lebih teratur daripada yang saya harapkan, dan itu bukan hal yang buruk. Ini bukan semacam saham meme sejak awal, melainkan orang-orang benar-benar menambahkannya, dan menahan dalam portofolio mereka, bukan mencoba untuk menjualnya kembali,” ujar Chief Market Strategist Zacks Investment Management, Brian Mulberry.

Pada Minggu malam, Trump menuturkan di media sosial, kesepakatan dengan Iran sudah selesai. Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif menuturkan, nota kesepahaman akan ditandatangani resmi pada Jumat di Swiss.

"Tampaknya kali ini nyata karena suku bunga dan harga minyak telah menembus level-level kunci. Perkembangan ini seharusnya mengurangi tekanan pada FOMC, dan itu adalah kabar baik jangka panjang untuk pasar,” ujar Mulberry.

Pengumuman itu datang setelah baku tembak antara Israel dan Hizbullah yang didukung Teheran di Lebanon menimbulkan ketidakpastian. Hal ini mengenai apakah kesepakatan itu akan mencapai garis akhir pada Minggu.

 

Harga Minyak

Seorang pekerja mengumpulkan oli mesin saat bekerja di stasiun degassing di ladang minyak Zubair, yang operasinya telah dikurangi karena perang Timur Tengah yang dipicu oleh serangan AS dan Israel terhadap Iran, dekat Basra, Irak, Sabtu, 28 Maret 2026. (AP Photo/Leo Correa)

Trump juga mengizinkan pembukaan kembali jalur utama Selat Hormuz yang menyebabkan harga minyak anjlok. Pada Senin, Wakil Presiden AS JD Vance memperkirakan, selat akan dibuka tanpa biaya untuk jangka panjang.

Harga minyak mentah AS ditutup turun 4,9% ke US$ 80,75 per barel. Meskipun Mulberry mencatat, kemungkinan akan membutuhkan waktu "sedikit lebih lama" agar harga produk olahan seperti bahan bakar jet turun, penurunan harga minyak mentah menjadi US$ 80 merupakan "sinyal kuat.

“Hal ini mengingat pada pertemuan pekan ini, FOMC, tidak perlu menaikkan suku bunga [dan] tekanan harga akan mereda relatif cepat,” ujar dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya