Prabowo: Indonesia Ingin Perluas Peluang Kerja WNI di Jerman

Prabowo dan Presiden Steinmeier juga mengapresiasi penandatanganan Letter of Intent (LoI) mengenai Global Skills Partnership di bidang keperawatan.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 15 Juni 2026, 15:33 WIB
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto (tengah depan) bersama Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier (kanan depan), memeriksa pasukan kawal kehormatan saat upacara penyambutan menjelang pertemuan mereka di Istana Merdeka, Jakarta, Senin 15 Juni 2026. (AP Photo/Achmad Ibrahim)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier, membahas penguatan kemitraan kedua negara di bidang ketenagakerjaan. Prabowo mengungkapkan keinginannya agar semakin besar peluang kerja warga negara Indonesia (WNI) di Jerman.

"Indonesia juga ingin memperluas peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia di Jerman termasuk di sektor teknologi tingkat tinggi," kata Prabowo usai melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Steinmeier di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Prabowo dan Presiden Steinmeier juga mengapresiasi penandatanganan Letter of Intent (LoI) mengenai Global Skills Partnership di bidang keperawatan.

Dalam pertemuan ini, Prabowo dan Presiden Steinmeier sepakat untuk terus meningkatkan volume perdagangan dan investasi yang saling menguntungkan. Prabowo berharap perjanjian Indonesia–European Union CEPA dapat mencapai kesimpulan substantif.

"Kami berharap Jerman akan terus memainkan peran aktif dalam proses finalisasi perjanjian internal di Eropa sehingga dapat segera memberi manfaat konkret bagi dunia usaha di kedua negara," tuturnya.

Dia menekankan kunjungan kenegaraan Presiden Steinmeier menunjukkan eratnya hubungan Indonesia dan Jerman. Terlebih, saat ini dinamika global semakin penuh dengan ketidakpastian.

"Penguatan dan keberlanjutan kemitraan Indonesia dan Jerman tentunya menjadi prioritas," ujar dia.

"Kunjungan ini juga mengawali peringatan 75 tahun hubungan bilateral Indonesia-Jerman pada tahun 2027 yang akan datang," sambung Prabowo.

 

 

Momen Prabowo Sapa Presiden Steinmeier dengan Bahasa Jerman

Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier (kanan) melambaikan tangan saat memeriksa pengawal kehormatan bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto saat upacara penyambutan menjelang pertemuan mereka di Istana Merdeka, Jakarta, Senin 15 Juni 2026. (AP Photo/Achmad Ibrahim)

Ada momen menarik saat Presiden Prabowo Subianto menyambut kunjungan kenegaraan Presiden Jerman, Frank-Walter Steinmeier, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/6/2026). Prabowo menyapa Steinmeier dan delegasi Jerman lainnya dengan menggunakan bahasa Jerman.

"Yang saya hormati Presiden Republik Federal Jerman, Yang Mulia Saudara Frank-Walter Steinmeier. Para menteri dan pejabat tinggi Jerman dan Indonesia yang saya hormati. Rekan-rekan media yang saya banggakan," kata Prabowo saat mengawali pernyataan pers bersama usai melakukan pertemuan bilateral dengan Steinmeier di Istana Merdeka, Jakarta, Senin.

"Guten Tag, herzlich willkommen (Selamat siang, selamat datang)," ucap Prabowo dengan cukup fasih.

Prabowo lantas menyampaikan terima kasih kepada Steinmeier yang telah melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia. Menurut dia, kunjungan ini menunjukkan eratnya hubungan Indonesia dan Jerman.

"Ini kehormatan besar bagi kami. Kunjungan kenegaraan ini memiliki arti yang sangat penting bagi Indonesia karena ini juga menunjukkan hubungan antara Jerman dan Indonesia yang sangat baik," ujarnya.

Dia menekankan pentingnya kunjungan Steinmeier di tengah dinamika dunia yang penuh ketidakpastian. Terlebih, hubungan bilateral Indonesia–Jerman akan memasuki usia 75 tahun pada 2027 mendatang.

"Penguatan dan keberlanjutan kemitraan Indonesia dan Jerman tentunya menjadi prioritas," tutur Prabowo.

Penguatan Kerja Sama Bilateral

Presiden Prabowo Subianto bertemu Presiden Jerman Steinmeier di Istana (Istimewa)

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/6/2026). Kunjungan tersebut berfokus pada penguatan kerja sama bilateral Indonesia–Jerman.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, Steinmeier tiba di Istana Merdeka sekitar pukul 11.30 WIB. Iring-iringan mobil yang membawa Steinmeier sempat memasuki dan mengelilingi kawasan Monumen Nasional (Monas).

Puluhan pasukan berkuda yang membawa bendera Indonesia turut mengiringi rangkaian mobil Steinmeier hingga ke Istana Merdeka.

Sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD) berseragam merah putih menyambut kedatangan Steinmeier di Istana Merdeka. Mereka membawa bendera Indonesia dan Jerman.

Steinmeier juga disambut dengan tarian khas Indonesia. Usai turun dari mobil, Steinmeier disambut langsung oleh Prabowo di bawah tangga Istana Merdeka.

Prabowo tampak mengenakan setelan jas berwarna abu-abu dan peci hitam. Keduanya saling berjabat tangan serta berpelukan.

Kemudian, Prabowo dan Steinmeier mengikuti prosesi upacara penyambutan pemimpin negara. Lagu kedua negara dikumandangkan yang diselingi bunyi meriam sebanyak 21 kali.

Setelah upacara, Prabowo dan Steinmeier memperkenalkan para delegasi masing-masing. Prabowo tampak didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, hingga Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Selanjutnya, Prabowo mengajak Steinmeier masuk ke ruang kredensial Istana Merdeka untuk menandatangani buku tamu dan berfoto bersama. Setelah itu, keduanya melakukan pertemuan empat mata yang digelar tertutup di ruang kerja presiden.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya