Jadi Favorit Juara, Portugal Pilih Tetap Rendah Hati Jelang Piala Dunia 2026

Portugal menerima status favorit di Piala Dunia 2026. Namun Vitinha menegaskan timnya hanya fokus pada satu pertandingan demi satu pertandingan.

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 15 Juni 2026, 12:20 WIB
Timnas Portugal merayakan golnya ke gawang Timnas Nigeria di laga uji coba di Estadio Dr. Magalhaes Pessoa, Leiria, Portugal, Kamis (11/06/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Armando Franca)

Liputan6.com, Jakarta - Portugal memasuki Piala Dunia 2026 dengan status sebagai salah satu kandidat kuat juara. Dipimpin Cristiano Ronaldo dan diperkuat banyak pemain bertalenta, Selecao diyakini memiliki peluang besar untuk meraih gelar dunia pertama dalam sejarah mereka.

Ekspektasi tinggi pun mengiringi perjalanan Portugal menuju turnamen yang kini diikuti 48 negara. Banyak pengamat menempatkan mereka di antara tim-tim unggulan untuk mengangkat trofi pada akhir kompetisi.

Meski demikian, gelandang Portugal, Vitinha menegaskan bahwa para pemain tidak ingin terbebani oleh status tersebut. Fokus utama tim saat ini adalah menghadapi setiap pertandingan secara bertahap.


Vitinha Minta Portugal Tetap Fokus

Striker Timnas Turki, Yusuf Yazici (tengah) berusaha merebut bola dari penguasaan gelandang Timnas Portugal, Vitinha pada laga matchday kedua Grup F Euro 2024 Westfalenstadion, Dortmund, Jerman, Sabtu (22/6/2024). (AP Photo/Darko Vojinovic)

Vitinha mengatakan tidak ada pembicaraan khusus di dalam tim mengenai tekanan besar yang datang karena status favorit juara.

"Kami tidak membicarakan soal memberi tekanan tinggi kepada tim kami sendiri," kata Vitinha.

"Semua kompetisi dimenangkan dengan fokus pada momen saat ini dan tidak mengkhawatirkan hasil di masa depan."

Menurut pemain berusia 26 tahun itu, pendekatan terbaik adalah memikirkan satu pertandingan pada satu waktu. Portugal akan memulai perjalanan mereka di Piala Dunia dengan menghadapi Kongo di Houston pada 17 Juni.

"Yang bisa kami lakukan adalah memikirkan pertandingan demi pertandingan. Kami tentu ingin menang, dan jika kami lolos dari fase grup, kami akan melangkah satu pertandingan pada satu waktu."


Bawa Kenangan Diogo Jota ke Piala Dunia

(Dari kiri) Penjaga gawang Portugal #12, Jose Sa, gelandang Portugal #25, Pedro Neto, gelandang Portugal #18, Ruben Neves, dan penyerang Portugal #21, Diogo Jota, memeriksa lapangan sebelum pertandingan babak 16 besar UEFA Euro 2024 antara Portugal dan Slovenia di Frankfurt Arena di Frankfurt am Main pada 1 Juli 2024. (JAVIER SORIANO/AFP)

Selain fokus pada target di lapangan, skuad Portugal juga membawa penghormatan khusus untuk mendiang Diogo Jota selama turnamen berlangsung.

Vitinha mengungkapkan bahwa Perdana Menteri Portugal memberikan gelang kepada seluruh pemain. Gelang tersebut memuat nama masing-masing pemain serta nama Diogo Jota, yang meninggal dunia akibat kecelakaan mobil di Spanyol pada Juli tahun lalu.

Jota, yang merupakan anggota reguler tim nasional sebelum meninggal, juga dimasukkan sebagai anggota kehormatan skuad oleh pelatih Roberto Martinez.

"Kami menerima ini dengan penuh kasih sayang," ujar Vitinha sambil memperlihatkan gelang tersebut.


Persiapan Portugal

Portugal tiba di Amerika Serikat pada Jumat dan menjadikan Palm Beach Gardens, Florida, sebagai markas mereka selama turnamen.

Tim mendapat sambutan hangat dari para pendukung dalam sesi latihan perdana, dengan Ronaldo memimpin rekan-rekannya memberikan aplaus kepada para suporter yang hadir.

Vitinha juga mengakui cuaca panas berpotensi memengaruhi jalannya pertandingan. Namun, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut berlaku bagi seluruh peserta.

"Kondisi cuaca akan sangat memengaruhi cara kami bermain, tetapi itu berlaku untuk semua tim," katanya.

"Ini adalah Piala Dunia. Tidak ada alasan."

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya