Liputan6.com, Jakarta - Popularitas bisa datang dari mana saja. Itu pula yang dialami Abdul Hakam Siraj yang kini dikenal dengan nama The Sabron Family. Berawal dari iseng mengusili ibu saat memasak di dapur, ia kini jadi salah satu kreator konten kuliner hiburan yang dicintai masyarakat. The Sabron Family berhasil membuktikan kehangatan keluarga dan kepolosan bisa jadi daya pikat luar biasa di dunia digital. Berikut profil The Sabron Family. Cowok kelahiran Surabaya, 5 Juli 2007 ini memiliki latar belakang keturunan perpaduan Jawa, Arab, dan Melayu.
Lulusan SMA Al Azhar ini menceritakan awal mula kariernya yang terbilang unik dan tak disengaja. “Awalnya aku sering usilin mamiku kalau lagi di dapur. Mamiku kan orang Arab-Jawa Surabaya, hobinya ngomel pakai bahasa Surabaya. Nah, aku kadang enggak mengerti apa yang diomelin walaupun aku lahir di Surabaya,” katanya dalam wawancara online pada 24 Juli 2026.
Advertisement
Dari interaksi jenaka tersebut, rasa tertarik The Sabron Family pada dunia dapur tumbuh secara alami lalu akhirnya, ketagihan untuk belajar memasak sendiri. Salah satu puncaknya, ketika The Sabron Family nekat menggoreng kerupuk setoples karena belum tahu teknik menggoreng yang benar. Ketidakpahaman sekaligus kepolosannya kala itu memicu gelak tawa berjuta warganet. Karier The Sabron Family pun meroket. Akun TikTok-nya kini punya lebih dari 1,4 juta pengikut. Ia membangun personal branding yang kuat dan autentik melalui beberapa hal. “Aku suka pakai sarung biru dan itu ikonis buat netizen. Terus aku suka menyapa penonton dengan Neng,” tutur The Sabron Family.
Naik Turun dalam Berkonten Itu Biasa
Di tengah persaingan kreator konten yang ketat, cowok setinggi 167 cm ini tak merasa bersaing dengan siapa pun. Soal omongan negatif orang lain, The Sabron Family memilih cuek dan fokus menyebarkan keceriaan di jagat maya.
“Naik turun dalam berkonten itu hal biasa, jadi dibuat enjoy saja,” cetusnya. Sikap positif ini berbuah manis. Di usia muda, The Sabron Family berhasil membeli rumah sendiri dari hasil jerih payah sebagai kreator konten.
Peran Netizen
Atas pencapaian ini, ia tak henti mengucap syukur. “Alhamdulillah bisa beli rumah,” ungkap The Sabron Family kala membahas pencapaian di dunia konten kreatif. Baginya, komentar netizen selalu menjadi mood booster. Uniknya, alih-alih memberi masukan resep yang serius, netizen justru merasa paling terhibur jika masakan The Sabron Family ada gagal-gagalnya. Namanya juga belajar, pasti ada momen gagal lalu mencoba lagi dan lagi.
The Sabron Family percaya, kesuksesan yang diraih bukan atas hasil usaha sendiri. Selain rahmat Sang Khalik, dukungan penggemar termasuk netizen sangat penting. The Sabron Family mengapresiasi peran netizen.“Mereka bukannya kasih masukan, malah senang kalau aku enggak benar masaknya. Padahal aku sudah effort masak yang benar, eh mereka malah enggak percaya dan menyuruh aku goreng kerupuk terus!” serunya.