Nasib Delapan Penumpang Speedboat Tenggelam masih Misterius

Dua dari sepuluh penumpang speedboat dalam kondisi selamat.

oleh Yacob BillioctaDiterbitkan 13 Juni 2026, 11:57 WIB
Pencarian pumpang speedboat tenggelam

Liputan6.com, Jakarta - Delapan dari sepuluh penumpang speedboat yang tenggelam di perairan Pulau Dai Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku, Kamis (11/6/2026) belum diketahui nasibnya, dan masih dilakukan operasi pencarian oleh tim SAR gabungan.

"Saat ini para korban belum ditemukan dan kami sementara melakukan koordinasi dengan pemilik speedboat yang digunakan para penumpang," kata Kepala BPBD Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) Jemmy Lico. Dikutip dari Antara, Sabtu (13/6/2026).

Dua dari sepuluh penumpang speedboat atas nama Yakob Anamofa (22) dan Ignasius Matrunkoly (42) dalam kondisi selamat, setelah berupaya berenang kembali ke Desa Sinairusi dan meminta pertolongan masyarakat.

Menurut dia, speedboat berpenumpang 10 orang itu awalnya bertolak dari Desa Sinairusi menuju Tepa, Kecamatan Pulau Babar (Kabupaten MBD). Namun terjadi cuaca buruk di sekitar Perairan Pulau Dai yang mengakibatkan speedboat tenggelam.

Pencarian telah dilakukan masyarakat bersama BPBD MBD menggunakan tiga unit speedboat dan KM Teifelin sejak terjadi musibah terhadap delapan penumpang lainnya, namun belum membuahkan hasil. Selanjutnya meminta bantuan SAR, karena pencarian awal ini juga terkendala cuaca buruk serta terbatasnya BBM.

"Musibah kecelakaan laut ini telah kami laporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ambon, Maluku dan tim SAR gabungan sementara melakukan operasi pencarian hingga saat ini," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ambon Muhammad Arafah membenarkan adanya laporan kecelakaan speedboat dari Kepala BPBD Kabupaten MBD, Jumat (12/6/2026) pukul 08.30 WIT dan telah dilakukan operasi SAR.

"Lokasi kejadian pada koordinat LKK 7°39'2.95"S, 129°38'27.61"E di sekitar Perairan Pulai Dai (MBD) dengan jarak kurang lebih 264 NM Heading 160° arah Tenggara dari BRIN Ambon menggunakan Google Earth," ujarnya.

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya