Prediksi Haiti vs Skotlandia: Misi Pecahkan Rekor Buruk

Haiti dan Skotlandia akan memulai perjalanan Piala Dunia 2026 di Boston Stadium.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 13 Juni 2026, 14:30 WIB
Gelandang Skotlandia #04 Scott McTominay (tengah) merayakan gol pembuka dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa antara Skotlandia dan Denmark di Hampden Park, Glasgow, Rabu (19-11-2025) dini hari WIB. (ANDY BUCHANAN/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Piala Dunia 2026 akan menjadi panggung bagi kembalinya dua negara yang telah lama dinanti, Haiti dan Skotlandia, yang akan saling berhadapan dalam pertandingan pembuka Grup C.

Pertarungan ini akan berlangsung di Boston Stadium, Massachusetts, Minggu (14/2/2026) pukul 08.00 WIB, menandai dimulainya perjalanan mereka di turnamen global yang diperluas.

Bagi kedua tim, laga perdana ini bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan kesempatan untuk menorehkan sejarah baru setelah absen dari panggung dunia. Haiti kembali setelah 52 tahun, sementara Skotlandia berupaya melampaui catatan buruk mereka di turnamen-turnamen sebelumnya.

Tergabung dalam Grup C, The Grenadiers dan The Tartan Army akan menghadapi tantangan berat melawan juara dunia lima kali Brasil dan juara Piala Afrika Maroko. Grup ini menjanjikan persaingan ketat, mengingat sejarah dan kekuatan lawan-lawan mereka.


Perjalanan Haiti Menuju Panggung Dunia

Para pemain Timnas Haiti bersuka cita merayakan sukses lolos ke Piala Dunia 2026. (X/Actu Foot Stats)

Haiti akan mencatatkan penampilan Piala Dunia pertama mereka dalam 52 tahun, dengan tujuan utama untuk memperbaiki rekor debut pada tahun 1974 di Jerman. Saat itu, mereka menelan tiga kekalahan beruntun dan kebobolan 14 gol.

Keberhasilan Haiti melaju ke turnamen 48 tim yang baru ini dicapai dengan memenangkan enam pertandingan dan meraih dua hasil seri dari 10 kualifikasi CONCACAF mereka. Kualifikasi mereka dipastikan melalui dua kemenangan beruntun atas Kosta Rika (1-0) dan Nikaragua (2-0) pada November 2025.

Pencapaian Haiti ini semakin istimewa mengingat tantangan di luar lapangan. Akibat masalah keamanan domestik yang parah, mereka terpaksa memainkan semua pertandingan 'kandang' sejauh 500 mil di Curacao. Bahkan, pelatih kepala Sebastien Migne belum pernah menginjakkan kaki di pulau Karibia itu sejak mengambil alih tim 18 bulan lalu.

Sebagai negara dengan peringkat terendah kedua di Piala Dunia 2026, yakni peringkat 83, mengamankan tiga poin dari Skotlandia akan sangat penting bagi Haiti untuk menjaga impian penampilan babak gugur tetap hidup.


Ambisi Skotlandia Pecahkan Kutukan Grup

Para pemain Timnas Skotlandia merayakan gol yang dicetak Scott McTominay ke gawang Spanyol pada laga Grup A Kualifikasi Euro 2024 di Hampden Park Stadium, Glasgow, Skotlandia (28/3/2023). Skotlandia total mengoleksi 5 gol tanpa kebobolan di Grup A. Scott McTominay dkk sukses menghajar Siprus 3-0 dan Spanyol 2-0. (AP Photo/Scott Heppell)

Skotlandia akan tampil untuk kesembilan kalinya di Piala Dunia musim panas ini. Uniknya, mereka kembali berada di grup yang sama dengan Brasil dan Maroko, negara-negara yang membuat Skotlandia finis di posisi terbawah grup pada kampanye turnamen terakhir mereka tahun 1998.

Lanjut Baca:

Tartan Army mengamankan tempat mereka di Amerika Utara dengan memenangkan empat dari enam kualifikasi UEFA. Kualifikasi tersebut diraih secara dramatis, berkat dua gol di waktu tambahan dari Kieran Tierney dan Kenny McLean yang mengamankan kemenangan tak terlupakan 4-2 atas Denmark dan menempatkan mereka di puncak grup. Pelatih kepala Steve Clarke, yang baru saja menandatangani perpanjangan kontrak empat tahun bulan lalu, sempat melihat timnya menelan dua kekalahan persahabatan 1-0 berturut-turut dari Jepang dan Pantai Gading pada Maret lalu. Namun, Skotlandia bangkit dengan dua kemenangan meyakinkan melawan Curacao dan Bolivia dalam dua minggu terakhir, termasuk kemenangan 4-1 atas Curacao di Hampden Park dan 4-0 atas Bolivia. Menghadapi Haiti untuk pertama kalinya dalam sejarah, Skotlandia menyadari bahwa poin maksimal sangat penting untuk memulai perjalanan turnamen yang bersejarah dan mematahkan kutukan mereka untuk mencapai babak gugur, setelah tersingkir di babak grup dalam semua 12 penampilan Piala Dunia (delapan) dan Kejuaraan Eropa (empat) sebelumnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya