Apakah Maroko Brasil Baru Afrika di Piala Dunia 2026?

Maroko menjadi kandidat Brasil baru Afrika setelah perjalanan luar biasa di Piala Dunia 2022 dan tantangan Piala Dunia 2026.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 12 Juni 2026, 16:54 WIB
Para pemain Maroko berpose untuk foto pada laga persahabatan internasional melawan Norwegia, Minggu, 7 Juni 2026, di Harrison, New Jersey. (AP Photo/Eduardo Munoz Alvarez)

Liputan6.com, Jakarta - Maroko kembali menjadi pusat perhatian jelang Piala Dunia 2026 setelah keberhasilan besar di Qatar pada 2022. Tim berjuluk Atlas Lions itu kini menghadapi Brasil dalam laga pembuka yang mempertemukan dua negara papan atas peringkat FIFA.

Pertandingan ini memunculkan kembali perdebatan lama tentang negara Afrika yang paling pantas mendapat julukan “Brasil dari Afrika”. Perjalanan Maroko membuat banyak pengamat mempertanyakan apakah era baru sepak bola Afrika sedang lahir.

Ghana pernah memiliki klaim sejarah atas julukan itu, tetapi Maroko membawa pencapaian modern yang sulit diabaikan. Kekuatan generasi baru Afrika kini menunjukkan bahwa benua tersebut memiliki banyak identitas sepak bola.


Ghana dan Sejarah Julukan Brasil Afrika

Selebrasi pemain Timnas Ghana, Mohammed Salisu dan Mohammed Kudus usai menjebol gawang Korea Selatan dalam pertandingan grup H Piala Dunia 2022 yang berlangsung di Education City Stadium, Qatar, Senin (28/11/2022). (AP Photo/Lee Jin-man)

Sebelum Maroko mencapai semifinal Piala Dunia 2022, Ghana sudah lebih dulu mendapat label sebagai Brasil dari Afrika. Julukan itu muncul karena gaya bermain atraktif serta pengaruh taktik Brasil pada era kejayaan Black Stars.

Pelatih legendaris C.K. Gyamfi pernah mempelajari metode Brasil dan menerapkannya kepada Ghana. Pendekatan itu membantu Ghana meraih gelar Piala Afrika pada 1963 dan 1965 dengan permainan menyerang yang memikat.

Warisan Ghana tetap kuat dalam sejarah sepak bola Afrika karena hubungan budaya dan sepak bola kedua negara sangat panjang. Namun, perdebatan kini bergerak ke arah tim yang memiliki prestasi terbaru di panggung dunia.


Maroko dan Wajah Baru Sepak Bola Afrika

Gelandang Maroko, Sofyan Amrabat berebut bola dengan penyerang Prancis, Olivier Giroud pada pertandingan semifinal Piala Dunia 2022 di Stadion Al Bayt di Al Khor, Qatar, Kamis (15/12/2022). Prancis menang atas Maroko dengan skor 2-0. (AP Photo/Hassan Ammar)

Maroko kini dianggap sebagai salah satu kekuatan terbesar setelah tampil mengejutkan di Piala Dunia 2022. Tim ini berhasil mencapai semifinal dan memperlihatkan organisasi permainan yang disiplin sekaligus penuh kualitas teknik.

Di bawah proyek baru kepelatihan, Maroko berupaya memainkan sepak bola yang lebih kreatif dengan penguasaan bola dan rotasi posisi. Materi pemain seperti Achraf Hakimi, Brahim Diaz, Ismael Saibari, Neil El Aynaoui, Ayyoub Bouaddi, dan Chemsdine Talbi memberi harapan besar.

Meski begitu, perbandingan dengan Brasil memiliki batas karena setiap negara memiliki karakter sendiri. Maroko membawa identitas Afrika Utara yang berbeda, bukan sekadar meniru gaya tim lain.


Aljazair dan Kekayaan Gaya Sepak Bola Afrika

Penyerang Aljazair nomor 7, Riyad Mahrez (tengah), meninggalkan lapangan saat pertandingan sepak bola Grup E Piala Afrika antara Aljazair dan Burkina Faso di Stadion Moulay Hassan, Rabat, pada 28 Desember 2025. (Paul ELLIS / AFP)

Aljazair juga memiliki alasan kuat dalam perdebatan ini karena tradisi teknik mereka sudah dikenal lama. Generasi pemain seperti Belloumi, Madjer, Mahrez, dan Belaili memperlihatkan kemampuan individu yang menjadi ciri khas.

Sepak bola Afrika modern tidak lagi membutuhkan satu negara sebagai pengganti Brasil karena setiap tim punya keunggulan masing-masing. Ghana memiliki sejarah, Aljazair punya tradisi teknik, sedangkan Maroko memiliki pencapaian terbaru yang mengesankan.

Pertanyaan tentang Brasil Afrika mungkin tidak memiliki satu jawaban mutlak menjelang Piala Dunia 2026. Keberagaman gaya justru menjadi kekuatan utama sepak bola Afrika yang terus berkembang.

Sumber: SportsMole

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya