CEO Honda Diminta Mundur

CEO Honda, Toshihiro Mibe, diminta mundur oleh para pendiri perusahaan, beberapa pekan setelah pengumuman pembatalan proyek tiga mobil listrik

oleh Arief AszhariDiterbitkan 12 Juni 2026, 16:09 WIB
Konflik Internal Terungkap, CEO Honda Diminta Mundur (Carscoops)

Liputan6.com, Jakarta - CEO Honda, Toshihiro Mibe, diminta mundur oleh para pendiri perusahaan, beberapa pekan setelah pengumuman pembatalan proyek tiga mobil listrik yang rencananya akan diluncurkan di Amerika Utara. Namun, sang pemimpin tersebut menolak dengan tegas desakan tersebut.

Disitat dari Carscoops, sebuah laporan mengungkapkan bahwa mulai akhir 2025, beberapa pensiunan eksekutif Honda, mulai bertemu untuk membahas masalah yang sedang terjadi di jenama asal Jepang tersebut.

Selama beberapa bulan, para pendiri perusahaan ini, menyalahkan mibe, dan secara khusus menyoroti menurunnya penjualan di China, yang merupakan pasar terbesar di dunia.

Selain itu, Mibe juga dinilai sebagai yang paling bertanggung jawab, atas kesalahan strategi perusahaan di segmen kendaraan listrik, yang mengakibatkan kerugian hingga US$ 15,7 miliar.

Bahkan, para petinggi Honda ini juga menuduh Mibe, lebih fokus kepada aktivitas sponsor golf, dibandingkan mengurus inti dari bisnis perusahaan.

Puncak ketegangan, terjadi pada April 2026, ketika mantan CEO Honda, Nobuhiko Kawamoto, mendatangi kantor pusat Honda di Tokyo, dan meminta Mibe untuk mundur dari jabatannya.

Namun, permintaan tersebut ditolak dan Mibe memilih tetap bertahan serta melanjutkan kepemimpinannya di tengah berbagai tekanan yang sedang dihadapi perusahaan.

Kesalahan Mibe di Honda

Menurut para pengkritiknya, Mibe dianggap tidak lagi menjalankan filosofi 'genba' yang selama ini menjadi salah satu fondasi budaya kerja Honda.

Istilah tersebut merujuk pada kebiasaan manajemen untuk turun langsung ke lapangan, mulai dari pabrik, dealer, hingga lokasi penggunaan produk oleh konsumen.

Meski mendapat tekanan dari para senior perusahaan, posisi Mibe tetap aman karena memperoleh dukungan dari komite nominasi dan dewan direksi Honda.

Struktur tata kelola perusahaan yang kini melibatkan lebih banyak direktur independen, membuat pengaruh para mantan eksekutif tidak lagi sebesar sebelumnya.

Kondisi inilah yang menjadi salah satu faktor utama gagalnya upaya pergantian pucuk pimpinan Honda.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya