Liputan6.com, Jakarta - Kylian Mbappe kini kembali memusatkan perhatiannya sepenuhnya untuk memperkuat Timnas Prancis di ajang Piala Dunia 2026. Sang bintang datang dengan motivasi berlipat setelah menjalani musim yang sangat menegangkan bersama Real Madrid.
Banyak pihak menyoroti performa sang penyerang yang dinilai belum stabil sepanjang musim kompetisi kemarin. Namun, kehadiran Mbappe di panggung internasional selalu membawa harapan besar bagi pendukung Les Bleus.
Advertisement
Arsene Wenger menjadi salah satu sosok yang dengan tegas memberikan dukungan moral kepada pemain berusia 27 tahun tersebut. Ia melihat ada ketidakadilan besar dalam cara publik dan klub memperlakukan sang kapten Prancis itu.
Kini, seluruh mata dunia akan tertuju pada bagaimana Mbappe menjawab semua kritik tersebut di lapangan hijau. Mampukah sang pemain membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu penyerang terbaik dunia saat ini?
Wenger Sebut Mbappe Jadi Kambing Hitam di Bernabeu
Mantan manajer Arsenal, Arsene Wenger, secara terbuka membela Kylian Mbappe yang dianggap menjadi sasaran kritik tidak adil di Real Madrid. Pelatih legendaris itu menilai sang pemain telah dijadikan kambing hitam atas performa tim yang sedang tidak optimal.
Wenger menegaskan bahwa Real Madrid saat ini bukan lagi mesin tanpa cela seperti musim-musim sebelumnya. Meskipun telah mencetak 42 gol di semua kompetisi, Mbappe tetap berada dalam tekanan hebat akibat laporan ketegangan di ruang ganti.
Menurut Wenger, sepak bola memang selalu membutuhkan sosok untuk dipersalahkan ketika sebuah tim besar mengalami kesulitan. Mbappe kini menanggung beban berat tersebut karena ekspektasi besar yang dibebankan kepadanya oleh publik Madrid.
“Ia sering dikritik secara tidak adil musim ini. Ia bergabung dengan tim Real Madrid yang biasa-biasa saja. Real memiliki tiga atau empat pemain kelas dunia. Sebelumnya, mereka memiliki sepuluh. Sepak bola memang selalu membutuhkan kambing hitam. Ia telah menjadi kambing hitam itu,” klaim Wenger kepada Le Figaro, dikutip dari Goal.
Mbappe Diyakini Bakal 'Meledak' di Piala Dunia 2026
Banyak pihak sempat khawatir bahwa minimnya waktu bermain Mbappe akibat cedera akan mengganggu ritme permainannya di turnamen besar. Namun, Arsene Wenger justru memandang situasi tersebut sebagai keuntungan taktis bagi Timnas Prancis.