IHSG Hari Ini Ditutup Melambung di 5.902

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menyentuh posisi 5.900 pada perdagangan saham, Rabu, (10/6/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 10 Juni 2026, 16:20 WIB
Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tembus 5.900 pada perdagangan saham Rabu, (10/6/2026). Kenaikan IHSG hari ini di tengah seluruh sektor saham menghijau dan nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data RTI, IHSG hari ini ditutup melonjak 2,71% menjadi 5.902,37. Indeks saham LQ45 melambung 3,54% menjadi 589,47.

Sebagian besar indeks saham acuan kompak menghijau. Pada Rabu pekan ini, IHSG sempat menembus level tertinggi 5.942,94. Hal itu didukung 571 saham menguat sehingga topang IHSG. Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat melemah sehingga sentuh level terendah 5.677,96.

Di sisi lain, 148 saham melemah dan 96 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Tercatat total frekuensi perdagangan saham mencapai 3.097.682 kali dengan volume perdagangan saham 46,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 31,4 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 17.929.

11 sektor saham kompak menguat sehingga topang IHSG. Sektor saham transportasi naik 4,51%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham teknologi menanjak 4,37% dan sektor saham properti mendaki 3,39%.

Selain itu, sektor saham energi menguat 1,73%, sektor saham basic naik 0,42%, sektor saham industri melompat 2,78%, sektor saham consumer nonsiklikal melejit 0,64%, sektor saham consumer siklikal bertambah 0,81%. Kemudian sektor saham kesehatan melambung 1,05%, sektor saham keuangan naik 2,42% dan sektor saham infrastruktur menguat 2,27%.

Pada Rabu pekan ini, saham AGRO naik 6,77% menjadi Rp 142 per saham. Harga saham AGRO dibuka naik satu poin menjadi Rp 134 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 133. Saham AGRO berada di level tertinggi Rp 146 dan terendah Rp 132 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.364 kali dengan volume perdagangan saham 144.548 saham. Nilai transaksi harian Rp 2 miliar.

Gerak Saham

Penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (4/7/2024) menunjukan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona hijau. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Harga saham PKPK melambung 3,5% menjadi Rp 2.660 per saham. Saham PKPK dibuka stagnan di Rp 2.570 per saham. Harga saham PKPK berada di level tertinggi Rp 2.860 dan terendah Rp 2.550 per saham. Total frekuensi perdagangan 810 kali dengan volume perdagangan saham 17.638 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 4,4 miliar.

Harga saham ERAA menguat 4,17% menjadi Rp 350 per saham. Saham ERAA dibuka naik dua poin menjadi Rp 338 per saham. Harga saham ERAA berada di level tertinggi Rp 352 dan terendah Rp 332 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 2.646 kali dengan volume perdagangan saham 361.650 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 12,4 miliar.

Harga saham MINA stagnan di posisi Rp 290 per saham. Saham MINA berada di level tertinggi Rp 318 dan terendah Rp 272 per saham. Total frekuensi perdagangan 36.688 kali dengan volume perdagangan saham 4.813.385 saham. Nilai transaksi Rp 145,3 miliar.

Top Gainers-Losers

Saham-saham LQ45 yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham BBCA naik 9,71%
  • Saham INKP naik 8,19%
  • Saham DEWA naik 7,86%
  • Saham TLKM naik 7,25%
  • Saham BRPT naik 6,02%

 

Saham-saham LQ45 yang masuk top losers antara lain:

  • Saham CUAN melemah 5,81%
  • Saham ANTM melemah 4,51%
  • Saham SCMA melemah 3,85%
  • Saham INCO melemah 3,40%
  • Saham AMMN melemah 2,93%

 

Saham-saham LQ45 teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham BBCA senilai Rp 4,1 triliun
  • Saham BBRI senilai Rp 2 triliun
  • Saham BMRI senilai Rp 1,5 triliun
  • Saham BRPT senilai Rp 1,2 triliun
  • Saham ANTM senilai Rp 1,1 triliun

 

Saham-saham LQ45 teraktif berdasarkan frekuensi:

  • Saham CUAN tercatat 126.943 kali
  • Saham BBCA tercatat 122.371 kali
  • Saham BUMI tercatat 112.125 kali
  • Saham BRPT tercatat 106.656 kali
  • Saham BBRI tercatat 100.607 kali

Kata Analis

Pengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (13/2). Pembukaan perdagangan bursa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,57% atau 30,45 poin ke level 5.402,44. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta catatannya menyebutkan, secara teknikal, mengingat penutupan IHSG berhasil naik 7,5% pada perdagangan Selasa, 9 Juni 2026, sejatinya pergerakan IHSG mulai berada dalam kondisi downtrend yang sangat terbatas setelah sebelumnya berhasil membentuk pola bullish engulfing line candlestick pattern dari “wave (v)/5/A”.

"Di sisi lain, indikator Stochastics K D dan RSI mulai menunjukkan sinyal positif, didukung kenaikan volume,” ujar dia.

Bank Indonesia mengambil langkah mengejutkan di luar jadwal Rapat Dewan Gubernur (RDG) dengan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,5%. Kebijakan ini diapresiasi sangat positif oleh pelaku pasar karena dinilai efektif menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah serta menahan capital outflow. Saat ini rupiah terpantau menguat 0,71% di level 18.058 per dolar AS.

"Di sisi lain, terdapat dorongan kuat dari DPR, Danantara, serta dukungan OJK yang mengizinkan emiten melakukan buyback saham tanpa perlu persetujuan RUPS terlebih dahulu  Hal ini memberikan dorongan psikologis yang besar bagi investor untuk kembali mengoleksi berbagai saham blue-chip dan perbankan Himbara dengan fundamental yang solid," ujar dia.

Saat ini, para pelaku pasar akan menantikan terkait perilisan data indeks keyakinan konsumen Indonesia per Mei yang diproyeksikan naik tipis menjadi 124 dari sebelumnya sebesar 123, sehingga tetap berada jauh di atas ambang 100 yang merupakan zona optimistis.

Dari global, sentimen ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Presiden Donald Trump berjanji AS akan menanggapi serangan Iran yang menembak jatuh helicopter milik AS. Selain itu, para pelaku pasar berekspektasi berbagai data inflasi AS per Mei yang akan dirilis nanti cenderung mengarah ke re-acceleration, akibat faktor data tenaga AS yang sebelumnya masih solid, maupun gangguan geopolitik di Timur Tengah dan kenaikan biaya logistik.

Sementara itu, Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya menuturkan, kenaikan IHSG berlanjut antara lain didukung oleh koreksi harga minyak mentah dunia serta penguatan nilai tukar rupiah. Selain itu, investor domestik mengapresiasi mulai adanya respons pemerintah menghadapi gejolak pasar modal Indonesia," di Jakarta, Rabu.

“Dari dalam negeri, IHSG melanjutkan penguatan seiring dengan respons positif pelaku pasar terhadap kebijakan domestik yang ditetapkan terkait dengan pasar modal dan moneter,” ujar dia dikutip dari Antara.

Pada Selasa, 10 Juni 2026, telah dilakukan pembahasan antara DPR RI, Danantara Indonesia, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), BPJS, serta asuransi BUMN soal rencana program buyback (pembelian kembali) saham-saham berkapitalisasi pasar besar (big caps) BUMN.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya