Piala Dunia 2026: Korea Selatan Sudah Petakan Kekuatan Rep. Ceko

Korea Selatan mematangkan persiapan jelang laga perdana Piala Dunia 2026 melawan Republik Ceko.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 10 Juni 2026, 15:35 WIB
Gelandang Korea Selatan #10, Lee Jae-sung (3R), merayakan gol pertama timnya bersama rekan-rekan setimnya selama pertandingan Grup C putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia antara Thailand dan Korea Selatan di Stadion Nasional Rajamangala di Bangkok pada 26 Maret 2024. (Lillian SUWANRUMPHA/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Piala Dunia 2026 akan menjadi panggung penting bagi Korea Selatan untuk membuktikan kapasitas mereka sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Asia. Taegeuk Warriors akan memulai petualangan di Grup A dengan menghadapi Republik Ceko.

Laga pembuka selalu memiliki arti besar dalam kompetisi sekelas Piala Dunia. Hasil positif pada pertandingan pertama kerap menjadi fondasi penting untuk membangun kepercayaan diri dan membuka jalan menuju fase gugur.

Korea Selatan datang ke turnamen dengan status unggulan jika melihat peringkat FIFA. Tim racikan Hong Myung-bo saat ini berada di posisi ke-25 dunia, unggul cukup jauh dibandingkan Republik Ceko yang menempati peringkat ke-41.

Meski demikian, skuad Negeri Ginseng tidak ingin terjebak dalam euforia status favorit. Mereka menyadari bahwa Ceko memiliki sejumlah kekuatan yang mampu menciptakan kejutan pada pertandingan yang akan digelar di Guadalajara tersebut.


Persiapan Matang Korea Selatan untuk Menaklukkan Tantangan Perdana

Timnas Korea Selatan sukses melangkah ke semifinal Piala Asia 2023 setelah lagi-lagi melakukan comeback dramatis seperti yang dilakukan di babak 16 besar. Kali ini di babak perempatfinal yang digelar di Al Janoub Stadium, Al Wakrah, Qatar, Jumat (2/2/2024) Australia yang menjadi korban semangat pantang menyerah tim Taeguk Warriors. Tertinggal 0-1 sejak menit ke-42 lewat gol Craig Goodwin, Korea Selatan baru mampu menyamakan skor 1-1 pada masa injury time babak kedua lewat eksekusi penalti bintang Wolverhampton di Premier League, Hwang Hee-chan. Laga pun berlanjut dengan perpanjangan waktu dan Son Heung-min kembali membuktikan kapasitas kebintangannya di Premier League dengan mencetak gol kemenangan pada menit ke-104 dan membawa timnya lolos ke semifinal berkat kemenangan 2-1. (AP Photo/Aijaz Rahi)

Korea Selatan menjalani pemusatan latihan intensif selama hampir tiga pekan di Salt Lake City, Amerika Serikat. Program tersebut disusun secara khusus untuk membantu para pemain beradaptasi dengan kondisi geografis yang mirip dengan lokasi pertandingan.

Keputusan memilih Salt Lake City bukan tanpa alasan. Kota tersebut memiliki karakteristik ketinggian yang membantu para pemain terbiasa sebelum tampil di Guadalajara yang berada sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut.

Selain aspek fisik, kedekatan lokasi kamp dengan venue pertandingan juga memberi keuntungan logistik. Para pemain memiliki waktu pemulihan yang lebih baik dan tidak harus menghadapi perjalanan panjang menjelang laga penting.

Hong Myung-bo juga memberi perhatian khusus pada kesiapan mental skuadnya. Korea Selatan memahami bahwa kemenangan pada laga pertama dapat menempatkan mereka dalam posisi ideal untuk mengejar target lolos ke babak 32 besar.


Ancaman Ceko yang Tak Bisa Diremehkan

Starting XI Republik Ceko dalam laga versus Guatemala, Jumat (5/6/2026). (Dok. FACR)

Meski berada di bawah Korea Selatan dalam ranking FIFA, Republik Ceko tetap menyimpan potensi besar untuk menyulitkan lawannya. Salah satu sumber ancaman utama datang dari ketajaman Patrik Schick di lini depan.

Penyerang Bayer Leverkusen tersebut telah mengoleksi 26 gol dari 53 pertandingan internasional. Rekam jejak itu menjadikannya pemain yang wajib mendapat pengawalan ketat sepanjang pertandingan.

Selain Schick, Korea Selatan juga harus mewaspadai kekuatan fisik para pemain Ceko. Delapan pemain lapangan mereka memiliki tinggi badan minimal 190 sentimeter, sebuah keunggulan yang sangat berbahaya dalam situasi bola mati.

Faktor cuaca juga diperkirakan akan memengaruhi jalannya pertandingan. Prakiraan menunjukkan potensi hujan dan badai petir ringan pada malam laga, sehingga Korea Selatan harus siap menghadapi berbagai skenario demi mengamankan tiga poin yang sangat berharga pada laga pembuka Piala Dunia 2026.

Sumber: Yonhap

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya