Puluhan Peneliti Kelautan Terlibat Ekspedisi Wallacea

Peresmian Ekspedisi Wallacea ditandai dengan pelepasan tali kapal layar Pinisi Cinta Laut. Ekspedisi ini untuk meneliti sumber hayati dan non hayati di Kepulauan Sulawesi. Peneliti asing juga terlibat.

oleh Liputan6Diterbitkan 23 Mei 2004, 09:00 WIB
Liputan6.com, Makassar: Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri meresmikan Ekspedisi Wallacea, program penelitian bawah laut mengenai sumber hayati dan nonhayati yang ada di Kepulauan Sulawesi. Peresmian Ekspedisi Wallacea ditandai dengan menerbangkan balon udara dan membuka tali kapal layar Pinisi Cinta Laut di Pelabuhan Peti Kemas Soekarno-Hatta, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (22/5).

Ekspedisi ini mengikutsertakan puluhan peneliti dari dalam negeri dan 10 peneliti asing. Para peneliti yang terlibat program ini, di antaranya dari Universitas Gajah Mada, Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Surabaya, Universitas Pendidikan Indonesia di Bandung, dan Universitas Hassanudin.

Pinisi Kapal Laut adalah kapal layar yang dijadikan simbol penelitian Espedisi Wallacea. Bersama empat kapal dan alat canggih berupa robot bawah laut, kapal layar ini akan melakukan perjalanan selama 120 hari. Pulau Takabonerate menjadi pulau pertama yang dikunjungi para peneliti. Dari sana, ekspedisi dilanjutkan ke Kalatoa, Bau-bau, dan Kendari dengan fokus penelitian utama adalah Pulau Kabaena. Sedangkan ekspedisi ke Luwuk Banggae difokuskan pada penelitian Pulau Banggae.(OZI/Muhammad Takbir)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya