BI Rate Naik, Emiten Bank Ini Fokus Jaga Margin Bunga 5%

Emiten bank swasta buka suara soal kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 10 Juni 2026, 13:18 WIB
Sekretaris Perusahaan PT Bank Mestika Dharma Tbk, Suharto Kurniawan, mengatakan keputusan BI menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) merupakan langkah yang perlu dilakukan demi menjaga stabilitas makroekonomi nasional.

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Mestika Dharma Tbk memastikan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI Rate tidak akan mengganggu secara signifikan kinerja penyaluran kredit maupun profitabilitas perseroan sepanjang 2026.

Bank akan mengandalkan peningkatan dana murah atau current account savings account (CASA) untuk menjaga efisiensi biaya dana dan mempertahankan margin bunga bersih (net interest margin/NIM).

Sekretaris Perusahaan PT Bank Mestika Dharma Tbk, Suharto Kurniawan, mengatakan keputusan BI menaikkan suku bunga acuan merupakan langkah yang perlu dilakukan demi menjaga stabilitas makroekonomi nasional.

"Keputusan BI menaikan suku bunga adalah langkah penyesuaian yang diikut demi stabilitas makro ekonomi Indonesia dan kita memahami itu semua. Dalam kondisi ini kami akan coba fokus mengoptimalkan penghimpunan dana murah atau CASA," kata Suharto dalam Public Expose Live 2026, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, dalam situasi suku bunga yang lebih tinggi, perseroan akan berfokus pada optimalisasi penghimpunan dana murah guna menjaga biaya dana tetap efisien. Strategi tersebut diharapkan dapat membantu Bank Mestika mempertahankan tingkat NIM tanpa harus secara agresif menaikkan suku bunga kredit.

"Untuk menjaga efisiensi biaya dana, sehingga tingkat NIM dapat kita pertahankan dan kita kelola dengan baik sehingga kita tidak sertamerta secara cepat memberikan pembiayaan dengan suku bunga yang juga tinggi," ujarnya.

 

Penyesuaian Suku Bunga Kredit Bertahap

Tampak dalam foto, papan elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Suharto menjelaskan, Bank Mestika akan terus memantau perkembangan suku bunga dan kondisi pasar sebelum melakukan penyesuaian terhadap bunga kredit. Kebijakan tersebut akan diterapkan secara bertahap agar tidak memberikan tekanan berlebihan kepada nasabah debitur.

Perseroan juga mempertimbangkan kemampuan pembayaran calon debitur dalam setiap penyaluran kredit. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kualitas aset di tengah tren kenaikan suku bunga.

"Seperti yang tadi disampaikan kita juga akan terus fokus meningkatkan CASA. Jadi, penyesuaian akan kita lihat secara bertahap dengan tetap mempertimbangkan kemampuan membayar dari calon debitur kita agar tidak mengganggu kualitas aset Bank Mestika Dharma dan terus menjaga pertumbuhan bisnis nasabah terus bertumpu," jelasnya.

 

Target NIM 5%, CASA Dipertahankan 50%

Sebelumnya, sepanjang Senin (9/2/2026), pergerakan IHSG diwarnai penguatan 433 saham. Sementara, 252 saham melemah dan 136 lainnya stagnan. Tampak dalam foto, layar monitor menunjukkan pergerakan pasar saham di lantai Bursa Efek Indonesia menjelang aktivitas perdagangan, Jakarta pada Senin 9 Februari 2026. (BAY ISMOYO/AFP)

Menanggapi dampak kenaikan BI Rate terhadap target kinerja, Suharto menegaskan bahwa perseroan tetap optimistis mampu menjaga margin bunga bersih di kisaran target yang telah ditetapkan.

Ia mengakui kenaikan BI Rate sebesar 75 basis poin dalam waktu relatif singkat menjadi perhatian manajemen. Namun, Bank Mestika telah menyiapkan langkah antisipasi melalui penguatan dana murah dan pengelolaan suku bunga kredit yang lebih selektif.

"Kami akan fokus lebih dalam lagi untuk memperbesar raihan CASA dan NIM tetap kita jaga di angka 4,5 - 5%. Dan sekitar CASA kita kita jaga di angka 50%," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya