Liputan6.com, Jakarta - Dunia hiburan Korea Selatan, khususnya industri drama, tidak hanya dikenal dengan kisah romansa manis atau fantasi yang memukau. Di balik gemerlapnya, banyak produksi yang berani mengangkat realitas pahit dan kompleks, salah satunya adalah fenomena perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. Kisah-kisah ini mengungkap sisi gelap institusi pendidikan, mulai dari kekerasan verbal, fisik, hingga pengucilan psikologis, yang kerap membuat penonton ikut merasakan emosi yang mendalam.
Rekomendasi drama Korea bertema sekolah dengan sisi gelap dan kasus bullying yang menegangkan ini siap menguras emosi, sekaligus menyajikan pembelajaran penting. Banyak di antaranya dibintangi oleh aktor papan atas dan diadaptasi dari webtoon populer, membuat penonton bukan hanya geregetan, tetapi juga terenyuh oleh perjuangan karakter utamanya. Kualitas produksi premium, sinematografi, akting, serta penulisan naskah yang tinggi menjadi daya tarik tersendiri, ditambah lagi representasi isu yang jarang dibicarakan membuka ruang diskusi tentang pencegahan bullying. Melalui alur cerita mendalam, penonton diajak merenungkan dampak perundungan dan pentingnya empati di lingkungan sekolah.
Advertisement
Lantas apa saja rekomendasi drama Korea tentang bullying di sekolah yang sarat makna dan pembelajaran yang wajib masuk watchlist? Melansir dari berbagai sumber, Selasa (9/6/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
1. The Glory
The Glory menjadi salah satu drama Korea yang paling banyak diperbincangkan karena berhasil mengangkat isu bullying sekolah dengan sangat realistis dan emosional. Drama ini menunjukkan bahwa perundungan bukan hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga trauma psikologis yang dapat menghantui korban selama bertahun-tahun. Penonton diajak melihat bagaimana rasa takut, malu, dan putus asa dapat mengubah jalan hidup seseorang secara drastis.
Salah satu kekuatan utama drama ini adalah penggambaran dampak jangka panjang dari kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah. Tidak sedikit korban bullying yang kesulitan membangun kepercayaan diri, menjalin hubungan sosial, bahkan mengejar cita-cita mereka. Melalui karakter utama, drama ini memperlihatkan bahwa luka batin yang tidak pernah mendapatkan penyelesaian dapat terus membekas hingga dewasa.
Selain itu, The Glory juga mengkritik berbagai pihak yang memilih diam saat bullying terjadi. Drama ini mengajarkan pentingnya keberanian untuk melindungi korban dan tidak membiarkan pelaku lolos dari tanggung jawab. Pesan moral yang disampaikan terasa kuat karena dekat dengan realitas yang masih sering terjadi di berbagai negara.