Liputan6.com, Jakarta - Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, mendorong Koperasi Merah Putih yang kini telah resmi terbentuk di seluruh kelurahan untuk menjadi motor penggerak utama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kerakyatan.
Keberadaan lembaga ini diarahkan untuk tidak sekadar menjadi wadah simpan pinjam konvensional, melainkan wajib menciptakan ekosistem usaha yang produktif.
Advertisement
Hingga saat ini, sebanyak 54 Koperasi Merah Putih telah berdiri di 54 kelurahan se-Kota Tangerang Selatan.
Pola pembentukan ini sengaja dirancang sebagai bagian dari strategi makro pemerintah daerah untuk memperkuat ketahanan finansial masyarakat dari tingkat birokrasi yang paling dekat dengan warga.
Benyamin menegaskan bahwa pembentukan koperasi massal ini merupakan langkah taktis dalam membangun fondasi ekonomi dari akar rumput serta membuka keran peluang usaha yang jauh lebih luas.
Melalui wadah kolektif ini, warga sekitar dapat saling berkolaborasi mengembangkan usaha, memperluas jaringan akses pasar, hingga mendongkrak daya saing produk lokal di pasaran.
"Alhamdulillah, seluruh kelurahan di Kota Tangerang Selatan telah memiliki Koperasi Merah Putih. Ini menjadi langkah penting untuk membangun kekuatan ekonomi masyarakat dari bawah, dengan melibatkan warga sebagai pelaku utama pembangunan ekonomi," ujar Benyamin Davnie di Tangerang Selatan, Senin (8/6/2026).
Menurut Benyamin, koperasi memegang peranan krusial dalam menopang pertumbuhan para pelaku UMKM yang selama ini terbukti menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Oleh karena itu, pengurus di tiap kelurahan dituntut aktif membuka peluang kemitraan baru, memperluas kanal pemasaran, dan konsisten menaikkan kapasitas kelas usaha masyarakat sekitar.
Sebagai wujud keseriusan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan telah memfasilitasi seluruh kebutuhan administratif dan kelembagaan secara gratis. Fasilitas tersebut mencakup modal awal pembentukan, pendampingan legalitas hukum, hingga pelatihan penguatan kapasitas pengurus.
Pemerintah juga membebaskan setiap koperasi untuk mengembangkan jenis unit usaha yang spesifik, sesuai dengan potensi ekonomi di wilayah masing-masing.
Minta Pengelolaan yang Transparan
Kendati demikian, Benyamin mengingatkan bahwa keberhasilan jangka panjang Koperasi Merah Putih ini akan sangat bergantung pada prinsip tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel. Dinas terkait dipastikan akan terus mengawal jalannya operasional melalui pembinaan ketat agar tidak ada koperasi yang mati suri atau terjerat masalah hukum.
"Kami ingin koperasi ini tumbuh menjadi kekuatan ekonomi baru di tengah masyarakat. Ketika koperasi berkembang, UMKM semakin maju, lapangan kerja bertambah, dan kesejahteraan masyarakat ikut meningkat," kata Benyamin memaparkan target jangka panjangnya.
Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah kota, pengurus di tingkat kelurahan, pelaku usaha lokal, dan masyarakat, Benyamin optimistis Koperasi Merah Putih mampu menjelma menjadi pilar ekonomi kerakyatan yang inklusif serta berdaya saing tinggi. Perputaran uang yang sehat di tingkat kelurahan diyakini akan langsung berdampak positif pada grafik pertumbuhan ekonomi makro Kota Tangerang Selatan.